LEMBATA, mediantt com – Pelabuhan Laut Lewoleba mencatat tonggak baru dalam sejarah konektivitas maritimnya. Kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero, KM Lawit, resmi sandar perdana di pelabuhan tersebut, Kamis, 22 Januari 2026.
Kehadiran kapal ini menandai dibukanya rute baru yang menempatkan Lembata sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan pelayaran nasional.
Sandar perdana KM Lawit disambut langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan dan transportasi laut.
KM Lawit kini resmi menjadikan Pelabuhan Laut Lewoleba sebagai pelabuhan singgah dalam rute pelayaran barunya, Kumai – Surabaya – Benoa – Bima – Waingapu – Ende – Lewoleba – Kupang – Rote – Kupang – Lewoleba, sebelum kembali mengitari rute yang sama.
Dengan masuknya KM Lawit, jumlah kapal Pelni yang singgah secara rutin di Lewoleba bertambah menjadi empat unit.
Kapal berbobot 6.022 Gross Tonnage (GT) ini diawaki oleh 77 kru, termasuk nahkoda. Prosesi penyambutan berlangsung dengan nuansa adat, ditandai pengalungan selendang tenun khas Lembata oleh Bupati kepada Nahkoda KM Lawit, Mualim I, dan Kepala Kamar Mesin, sebagai simbol penerimaan resmi masyarakat Lembata.
Nahkoda KM Lawit, Ronald Obednego Gandy, menyampaikan apresiasinya atas sambutan pemerintah daerah. Ia menjelaskan, KM Lawit melayani dua pola pelayaran, yakni Rute A dan Rute B, yang dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat. Harapannya, kehadiran KM Lawit dapat memberikan layanan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Operasi PT Pelni Cabang Larantuka, Tommy Christofel, yang mewakili manajemen Pelni, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan cabang karena alasan kesehatan.
Ia menegaskan komitmen Pelni untuk terus menyempurnakan layanan armada di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk membuka peluang pengembangan Lewoleba sebagai cabang atau induk Pelni di masa mendatang.
Menurut Tommy, peningkatan frekuensi dan kualitas layanan pelayaran berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan, distribusi logistik, dan pariwisata. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk terus membangun sinergi dalam pengembangan transportasi laut.
Bupati P. Kanisius Tuaq menilai sandar perdana KM Lawit sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat dan PT Pelni terhadap wilayah kepulauan.
Ia berharap, peningkatan layanan transportasi laut tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.
“Kami berharap kehadiran KM Lawit membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan dari daerah-daerah singgah sebelumnya untuk datang ke Lembata. Ini peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal,” kata Bupati Kanis.
Rangkaian kegiatan sandar perdana ditutup dengan peninjauan langsung kondisi kapal oleh Bupati Lembata bersama rombongan, menandai dimulainya babak baru peran Lewoleba dalam jalur pelayaran nasional. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
