Keren! Alumni SMA Santo Paulus Weliman Ukir Prestasi di Tingkat Nasional

oleh -179 Dilihat

Jeni Alinda Luruk

WELIMAM – SMA Santo Paulus Weliman kembali mendapat kabar membanggakan dari salah satu alumninya. Jeni Alinda Luruk, yang akrab disapa Jeni, berhasil meraih Bronze Medal bersama tim dalam ajang Pekan Essay Nasional (PENA), yang diselenggarakan di Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali, pada 2 sampai 3 Mei 2026.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa alumni SMA Santo Paulus Weliman mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan Jeni dalam lomba esai tersebut bukan menjadi pencapaian pertamanya. Sebelumnya, ia juga telah beberapa kali menorehkan prestasi di bidang literasi dan akademik.

Pada tahun 2023, Jeni mengikuti lomba puisi online yang diselenggarakan oleh Aksara Pena Bisu dan memperoleh sertifikat sebagai penulis terbaik di Jawa Timur. Pada tahun yang sama, ia juga mengikuti lomba cerpen yang diselenggarakan oleh Setiana Publisher di Bireuen dan kembali memperoleh sertifikat sebagai penulis terbaik.

Prestasi Jeni terus berlanjut pada tahun 2024. Ia mengikuti lomba puisi yang diselenggarakan oleh Dream Publisher dan berhasil meraih juara III. Karya puisinya kemudian dibukukan dalam antologi berjudul “Aliran Kata Penuh Kisah”. Masih pada tahun yang sama, Jeni kembali mengikuti lomba puisi yang diselenggarakan oleh Dream Publisher dan meraih juara harapan III. Karyanya juga diterbitkan dalam buku antologi berjudul “Aksara Penghias Kertas Putih”.

Tidak hanya berprestasi di bidang sastra, Jeni juga menunjukkan kemampuan di bidang sains. Pada tahun 2025, ia mengikuti Olimpiade Kimia online yang diselenggarakan oleh Yayasan Berlian Hati Mulia di Sumatera Utara dan berhasil meraih medali perak. Pada tahun 2026, ia kembali mengikuti Olimpiade Kimia yang diselenggarakan oleh Yayasan Prestasi Maju Indonesia di Yogyakarta dan berhasil meraih medali perunggu.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Jeni mengatakan, SMA Santo Paulus Weliman memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan dan kepercayaan dirinya.

“Almamater SMA Santo Paulus Weliman sangat berperan dalam membentuk kemampuan dan kepercayaan diri saya. Melalui pengajaran, bimbingan, dan motivasi dari bapak dan ibu guru, saya belajar menjadi pribadi yang lebih baik, berani mengambil tindakan, dan siap menghadapi tantangan. Semua itu membantu saya hingga berhasil meraih bronze medal di Universitas Dhyana Pura Bali,” ungkap Jeni.

Kepala SMA Santo Paulus Weliman, Remy Bere, juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Jeni menjadi bukti bahwa lulusan SMA Santo Paulus Weliman memiliki kualitas dan daya saing yang baik.

“Kami dari pihak sekolah merasa sangat bangga dan terharu mendengar kabar prestasi luar biasa yang diraih oleh alumni kami, Jeni Alinda Luruk. Keberhasilan meraih medali perunggu dalam lomba esai nasional bukanlah hal yang mudah. Ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMA Santo Paulus Weliman memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar Jeni dan seluruh alumni tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang telah diraih. “Kepada seluruh alumni, khususnya Jeni yang baru saja meraih prestasi ini, saya berharap agar tidak cepat berpuas diri. Jadikan pencapaian ini sebagai pijakan untuk meraih mimpi yang lebih besar, baik di jenjang pendidikan tinggi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Teruslah membawa nama baik almamater dan jadilah pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu guru SMA Santo Paulus Weliman, Mia Bria, mengatakan, proses pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada bidang akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa.

“Sebagai guru di SMA Santo Paulus Weliman, saya melihat langsung bahwa proses pembelajaran dan bimbingan di sekolah ini tidak hanya berfokus pada akademik. Walaupun kondisi gedung sekolah masih sederhana dan jauh dari kata sempurna, para guru tetap berusaha membentuk karakter, disiplin, dan rasa percaya diri siswa. Dari proses itu, siswa belajar untuk berjuang, berpikir kritis, dan berani mengambil peluang. Ketika mereka menjadi alumni, mereka sudah memiliki bekal untuk bersaing dan meraih prestasi, bahkan sampai tingkat nasional,” jelasnya.

Mia Bria juga memberikan pesan kepada para alumni dan siswa aktif SMA Santo Paulus Weliman agar terus menjaga semangat belajar.

“Untuk para alumni yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tetaplah menjaga semangat belajar, memiliki karakter yang baik, dan jangan cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Teruslah berkembang dan bawalah nama baik sekolah di mana pun kalian berada. Untuk siswa yang masih aktif, tetap semangat, jangan takut bermimpi tinggi, dan manfaatkan setiap kesempatan belajar. Apa yang kalian lakukan hari ini akan sangat menentukan masa depan kalian,” pesannya.

Prestasi Jeni Alinda Luruk menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar SMA Santo Paulus Weliman. Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah ini terus menunjukkan bahwa semangat belajar, ketekunan, dan bimbingan yang baik mampu melahirkan alumni yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat nasional. (dedi bria)