Petugas medis dari Puskesmas Wulandoni sedang melakukan pemeriksaan.
TAPOBALI, mediantt.com – Pemerintah Desa Tapobali, Wulandoni, Lembata, jemput bola dengan menggelar Posyandu ILP. 65 warga diperiksa kusta dan 129 warga dewasa-lansia diskrining PTM. Dari hasil skrining kusta ditemukan 2 kasus baru. Keduanya langsung dipantau dan siap diobati. Ini bagian dari layanan kesehatan terpadu yang dibiayai APBDes 2026.
Pemerintah Desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, menggelar Layanan Kesehatan Terpadu Posyandu Integrasi Layanan Primer di Balai Posyandu Tanjung Sarang, Senin (7/9/2026).
Kades Gusti Ledun sedang memberikan sambutan.
Kegiatan ini menggandeng UPTD Puskesmas Wulandoni dan dibiayai penuh APBDes 2026 sebagai bentuk komitmen desa dalam meningkatkan derajat kesehatan warga.
Layanan menyasar semua usia, mulai ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia. Pemeriksaan meliputi kusta, TBC, golongan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Dari hasil skrining kusta terhadap 65 warga Dusun Walet, ditemukan 7 orang dengan bercak putih tidak mati rasa dan 2 orang dengan bercak putih mati rasa yang mengarah Kusta PB. Keduanya sudah dipantau sejak Juni 2026 dan akan segera dimulai pengobatannya.
Sementara skrining PTM diikuti 129 warga dewasa dan lansia. Hasilnya, 6 orang cek kolesterol, 14 orang cek gula darah, dan 12 orang cek asam urat.
“Posyandu ILP memperdekat jangkauan layanan kesehatan. Kesehatan warga adalah prioritas pembangunan desa,” kata Kepala Desa Tapobali, Agustinus Bala Ledun, S.Fil.
Komitmen Bersama
Plt. Camat Wulandoni, Petrus L.H.M Gowing, mengapresiasi langkah ini. “Ini bentuk nyata kehadiran negara menjamin hak dasar masyarakat. Mari manfaatkan layanan ini,” ujarnya.
Warga antre menunggu giliran diperiksa.
Kepala Puskesmas Wulandoni, Dominikus P. Kepuka, SKM, menegaskan, ILP bertujuan mendekatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit. “Tenaga medis kami turun langsung agar pelayanan komprehensif dan berkelanjutan,” katanya.
Pemdes Tapobali juga membentuk basis data golongan darah warga untuk mengantisipasi kebutuhan donor darah darurat.
Melalui kolaborasi dengan kader, perangkat desa, dan BPD, Tapobali berharap penularan kusta dan TBC bisa diputus sejak dini. (*/jdz)
