Gubernur Melki Sampaikan Duka NTT Untuk Bapa Suci Paus Fransiskus

oleh -600 Dilihat

Gubernur Melki bersama Padre Marco ketika berziarah ke Vatikan beberapa waktu lalu.

KUPANG, mediantt.com – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberi atensi khusus atas wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik sejagat, Bapa Suci Paus Fransiskus. Gubernur Melki pun langsung menyampaikan dukacita mendalam dari seluruh rakuat NTT atas wafatnya Paus asal Argentina itu di usia 88 tahun.

Dalam pernyataannya kepada Pers di Kupang, Senin (21/4), Gubernur Melki menuturkan, kepergian Paus Fransiskus sebagai kehilangan besar, bukan hanya bagi umat Katolik sedunia, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang pernah merasakan kasih dan kepedulian Paus yang sederhana dan rendah hati itu.

“Paus Fransiskus adalah sosok pemimpin rohani yang menyuarakan harapan bagi mereka yang terpinggirkan dan terlupakan. Beliau hadir bukan hanya sebagai pemimpin Gereja, tetapi sebagai simbol kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global; mulai dari pengungsi, korban kekerasan, hingga mereka yang tercekik oleh ketimpangan ekonomi dan sosial,” jelas Gubernur Melki.

Menurut dia, salah satu momen paling menggetarkan adalah ketika Paus Fransiskus membasuh kaki para pengungsi saat perayaan Paskah, sebagai tindakan simbolik yang menggambarkan kerendahan hati dan solidaritas yang mendalam.

Gubernur juga mengenang kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, yang menyempatkan diri menyapa penyandang disabilitas serta tokoh lintas agama.

Kunjungan ke Masjid Istiqlal Jakarta bersama Imam Besar dan Menteri Agama saat ini menunjukkan komitmen Paus dalam menjahit kebersamaan antarumat beragama.

“Paus Fransiskus mengajarkan kita bahwa kebersamaan lintas iman dan kepedulian terhadap sesama adalah jalan menuju perdamaian. Kita bersyukur karena dunia pernah memiliki tokoh sehebat beliau. Kini saatnya kita melanjutkan warisan nilai-nilai itu dalam kehidupan kita di Indonesia, di NTT, dan di dunia,” tegas Melki Laka Lena.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat NTT mendoakan agar jiwa Paus Fransiskus dilapangkan jalannya menuju surga.

“Selamat jalan Bapa Paus Fransiskus. Jadilah pendoa bagi umatmu di seluruh dunia, dan bagi semua yang bekerja untuk kemanusiaan. Semoga semangatmu terus hidup dalam kepedulian dan kasih kepada sesama,” kata Gubernur Melki.

Seperti diwartakan, pada pukul 09.45 pagi, Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo dari Kamar Apostolik, mengumumkan wafatnya Paus Fransiskus dari Casa Santa Marta dengan kata-kata berikut:

“Saudara-saudari terkasih, dengan duka yang mendalam saya harus mengumumkan bahwa Bapa Suci kita, Paus Fransiskus, telah wafat. Pagi ini, pukul 07.35, Uskup Roma, Paus Fransiskus, telah kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya dipersembahkan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya. Ia mengajarkan kita untuk hidup setia pada nilai-nilai Injil dengan keberanian dan cinta kasih yang mencakup semua, terutama bagi mereka yang miskin dan terpinggirkan. Dengan rasa syukur yang besar atas teladan hidupnya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kita menyerahkan jiwa Paus Fransiskus ke dalam kasih sayang tanpa batas dari Allah Tritunggal”.

Riwayat Kesehatan

Paus Fransiskus sempat dirawat di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli pada hari Jumat, 14 Februari 2025, setelah beberapa hari mengalami bronkitis.

Kondisi kesehatannya perlahan memburuk, dan pada hari Selasa, 18 Februari, dokter mendiagnosis Paus menderita pneumonia bilateral (radang paru-paru pada kedua sisi paru-paru).

Setelah 38 hari menjalani perawatan di rumah sakit, Paus kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta di Vatikan untuk melanjutkan pemulihan.

Sejak usia muda, tepatnya pada tahun 1957, Jorge Mario Bergoglio, nama asli Paus Fransiskus, pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru di Argentina akibat infeksi saluran pernapasan yang berat.

Seiring bertambahnya usia, Paus Fransiskus kerap mengalami gangguan pernapasan. Bahkan pada November 2023, Paus membatalkan kunjungan ke Uni Emirat Arab karena influenza dan peradangan paru-paru.

(jdz/net)