Gubernur Melki: Kopdit Pintu Air Bukti Ekonomi Rakyat NTT Bisa Tumbuh Besar

oleh -83 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan KSP Kopdit Pintu Air merupakan contoh nyata kekuatan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari akar rumput. Berawal dari Rotat, Kabupaten Sikka, koperasi ini kini berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan berbasis anggota terbesar di NTT dengan jangkauan hingga berbagai wilayah di Indonesia.

Demikian ditegaskan Gubernur Melki, saat menghadiri secara virtual Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXX KSP Kopdit Pintu Air Tahun Buku 2025, di Kabupaten Sikka, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 31 tahun perjalanan KSP Kopdit Pintu Air yang akan diperingati pada April nanti.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas perkembangan koperasi yang dinilainya berhasil menjadi kekuatan ekonomi rakyat di NTT. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting bagi masyarakat NTT yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kelautan, peternakan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di tengah keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal, koperasi menjadi solusi bagi masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah terpencil.

“KSP Kopdit Pintu Air hadir sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan akses permodalan yang lebih manusiawi. Melalui koperasi, masyarakat kecil yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan kini memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Gubernur Melki juga menekankan, koperasi tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi turut membangun kemandirian ekonomi melalui pendidikan literasi keuangan, permodalan berbasis kepercayaan anggota, serta solidaritas sosial bagi anggota yang mengalami kesulitan ekonomi.

Ia menyebut, sekitar 60 persen masyarakat NTT bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM. Karena itu, koperasi didorong untuk memperluas perannya dalam sektor produktif serta hilirisasi usaha anggota.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri UMKM agar koperasi semakin masuk ke sektor-sektor produktif. Dengan begitu, koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi riil yang memberi nilai tambah bagi anggota,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Melki menegaskan RAT merupakan mekanisme demokrasi tertinggi dalam koperasi yang menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lembaga. Melalui forum ini, anggota dapat mengevaluasi kinerja pengurus sekaligus menentukan arah kebijakan koperasi ke depan.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan koperasi yang awalnya hanya didirikan oleh 50 anggota perintis kini telah berkembang pesat. Saat ini Kopdit Pintu Air memiliki 422.089 anggota dengan total aset mencapai Rp2,6 triliun.

Menurut Yakobus, tema RAT tahun ini yakni “Mewujudkan Kesejahteraan Anggota Menuju Holding Company Koperasi Pintu Air” mencerminkan arah baru pengembangan koperasi menuju model bisnis yang lebih modern, profesional, dan akuntabel.

“Pengembangan menuju grup holding company koperasi diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi anggota. Hal ini tentu membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh elemen koperasi,” ujarnya.

Tokoh penggerak koperasi, Romanus Woga, dalam kesempatan yang sama menegaskan RAT merupakan momentum penting untuk menilai perjalanan koperasi sekaligus menyiapkan kader-kader baru untuk melanjutkan gerakan koperasi.

“Kita mesti menjawab pertanyaan mengapa kita menjadi anggota Kopdit Pintu Air. Kita tidak boleh hanya menjadi anggota pasif, tetapi harus menjadi penggerak yang menjaga budaya hidup sederhana, kerja sama, dan solidaritas,” katanya.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kopdit Pintu Air yang dinilai telah menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, tidak hanya di NTT tetapi juga di tingkat nasional.

Dukungan terhadap penguatan koperasi juga datang dari pemerintah pusat. Sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia yang dibacakan oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih, menegaskan koperasi tetap menjadi soko guru perekonomian nasional.

Saat ini Kementerian Koperasi tengah menjalankan tiga agenda utama, yakni rebranding koperasi, digitalisasi koperasi, serta pembaruan tata kelola koperasi.

Pemerintah juga mendorong koperasi-koperasi besar seperti Kopdit Pintu Air untuk menjadi mentor bagi pengembangan koperasi lain di Indonesia, termasuk Koperasi Merah Putih.

Dengan kekuatan solidaritas anggota dan tata kelola yang terus diperkuat, KSP Kopdit Pintu Air diharapkan tetap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus membuka jalan bagi terwujudnya NTT yang sehat, maju, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. (oan/jdz)