Gubernur Melki Dorong Diaspora Jadi Penghubung Pasar NTT dan Kalimantan

oleh -125 Dilihat

BANJARMASIN, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa masyarakat diaspora NTT merupakan duta ekonomi dan bisnis bagi daerah. Karena itu, warga diaspora diharapkan turut mengambil bagian dalam derap pembangunan NTT melalui berbagai peran strategis sesuai kapasitas masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam sambutannya pada perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Masyarakat Flobamora se-Kalimantan yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Dalam masa kepemimpinan saya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, kami memandang warga diaspora sebagai ‘badan kami yang lain’ di luar NTT. Kita harus saling mengenal, saling tahu, saling mendukung, dan baku bantu,” ujar Gubernur Melki.

Perayaan Natal dan Tahun Baru tersebut dihadiri sejumlah tokoh diaspora NTT dari berbagai provinsi di Kalimantan, antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Turut hadir pula sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi NTT, yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Sosial Kanisius Mau, serta Kepala Badan Penghubung NTT Florida Taty Satyawati. Kehadiran para pejabat tersebut di Kalimantan Selatan sekaligus dalam rangka menghadiri peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur Melki menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT memberikan perhatian serius kepada seluruh warga NTT, termasuk mereka yang berada di perantauan. Melalui Badan Penghubung NTT di Jakarta, pemerintah siap membantu warga diaspora dalam pengurusan administrasi kependudukan, seperti pembuatan KTP maupun proses mutasi kependudukan.

“Kalau urusan KTP sudah beres, maka banyak hal lain bisa kita kerjakan dengan baik,” katanya.

Sebagai duta ekonomi dan bisnis NTT di daerah lain, Melki meminta warga diaspora memahami berbagai program strategis yang sedang dikembangkan di NTT, antara lain program One Village One Product (OVOP) beserta turunannya, serta pembangunan NTT Mart di seluruh kabupaten/kota sebagai etalase pemasaran produk unggulan daerah.

Ia juga mendorong diaspora NTT, khususnya yang berada di Kalimantan dan memiliki kapasitas ekonomi serta jejaring usaha, untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah asal.

“Bagi yang memiliki modal dan jaringan bisnis, mari kita ciptakan pasar antara NTT dan Kalimantan. Dari data yang kami miliki, pasokan daging sapi ke Kalimantan Selatan sebagian besar berasal dari NTT dan NTB. Ini peluang yang bisa dikembangkan lebih luas,” ungkapnya.

Menurut Melki, Pemerintah Provinsi NTT terbuka terhadap berbagai peluang investasi. Banyak tokoh NTT di Kalimantan yang dikenal karena kinerja dan reputasi baiknya di berbagai lembaga, dan hal itu merupakan modal sosial yang sangat berharga.

“Mari kita bersama-sama membangun narasi yang baik tentang NTT. Jaga nama baik daerah di mana pun kita berada, agar orang mau menjalin kerja sama jangka panjang untuk melakukan hal-hal baik bagi NTT,” pungkas Gubernur Melki. (gusti/jdz)