Gubernur Melki Dorong Calon Kepsek Perkuat Budaya Akademik dan Kewirausahaan Siswa

oleh -128 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong calon kepala sekolah untuk memperkuat budaya akademik, karakter, serta jiwa kewirausahaan peserta didik.

Hal itu disampaikan Gubernur saat membuka Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-NTT Tahun 2026 di Hotel Pelangi Kupang, Senin (5/10/2026).

Gubernur Melki mengatakan, NTT membutuhkan kepala sekolah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi mampu membawa perubahan nyata di lingkungan sekolah.

“Kita membutuhkan kepala sekolah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi mampu membangun budaya akademik yang baik, membentuk karakter peserta didik, dan mendorong mereka menjadi generasi yang produktif serta memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Gubernur Melki.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mendorong peserta didik berprestasi akademik sekaligus memiliki karakter kuat, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan produktif.

Ia menegaskan, keberhasilan siswa ditentukan oleh kualitas guru, dan kualitas guru ditentukan oleh kualitas kepala sekolah. Karena itu kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajaran.

“Guru harus diberdayakan, peserta didik harus didengar, orang tua harus dilibatkan, dan masyarakat harus dirangkul. Kita ingin sekolah menjadi tempat anak-anak NTT tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar jabatan kepala sekolah tidak dipandang sebagai tujuan, melainkan sebagai kesempatan untuk melayani dan menciptakan perubahan.

“Jangan jadikan jabatan sebagai tujuan, tetapi jadikan kepemimpinan sebagai kesempatan untuk melayani,” tegasnya.

Gubernur juga meminta pola pikir kepemimpinan diubah dari sekadar memberi perintah menjadi berorientasi pada pemecahan masalah.

“Ketika menjadi kepala sekolah, jangan hanya bertanya, Apa yang harus saya perintahkan?, Tetapi bertanyalah, Apa yang dapat saya lakukan agar guru mengajar lebih baik, peserta didik berkembang lebih baik, dan sekolah menjadi lebih baik?” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo menjelaskan, diklat diikuti 294 orang yang terbagi Tahap I 159 orang dan Tahap II 135 orang dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Untuk Tahap I, rinciannya 94 peserta SMA Negeri, 7 SMA Swasta, 42 SMK Negeri, 5 SMK Swasta, dan 11 SLB Negeri.

Diklat dilaksanakan dua tahap, yakni orientasi dan pelatihan daring melalui Learning Management System (LMS) pada 26 September-2 Oktober 2026, dan pelatihan luring pada 3-12 Oktober 2026 di Hotel Pelangi Kupang.

Saat ini terdapat 1.045 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-NTT, terdiri dari 401 SMA Negeri, 228 SMA Swasta, 184 SMK Negeri, 183 SMK Swasta, 36 SLB Negeri, dan 13 SLB Swasta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT Teguh Rahayu Slamet, Anggota DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, Lili Adoe, Kasimirus Koro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT Alex Lumba, serta Tim Supervisi Direktorat Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen RI Evionora. (roi)