Gubernur Melki memberikan sambutan.
KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak gereja mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Peresmian Gedung Gereja, Pemandirian Jemaat, dan Perhadapan Pendeta GMIT Jemaat Kharisma Penfui, Klasis Kota Kupang Timur, Minggu (2/8/2026) sore.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemandirian jemaat bukan sekadar perubahan status administrasi gereja, melainkan tanda kedewasaan iman, kematangan pelayanan, dan kesiapan jemaat melayani masyarakat secara mandiri.
Menurutnya, gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan karena tidak hanya membina kehidupan rohani, tetapi juga berkontribusi menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut, kata Melki, adalah dukungan terhadap implementasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat. Melalui kebijakan itu, pemerintah mendorong keluarga menyediakan waktu khusus untuk mendampingi anak belajar, membangun budaya membaca, menanamkan disiplin, dan membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Melki mengingatkan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian bersama. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional, NTT masih berada di peringkat ke-36 dari 38 provinsi atau termasuk tiga terbawah secara nasional.
“Data menunjukkan kita masih berada di peringkat 36. Ini menjadi catatan penting yang harus kita sikapi secara serius ke depan,” tegasnya.
Selain pendidikan, Melki juga mengajak gereja berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal yang sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) dan NTT Mart.
Ia mengapresiasi inisiatif Sinode GMIT yang menghadirkan GG Mart sebagai wadah pemasaran produk unggulan jemaat.
“Di GMIT sudah mulai dengan GG Mart, di mana berbagai potensi dari gereja-gereja GMIT bisa dijual dan dibeli oleh jemaat maupun masyarakat luas. Kita berdayakan semua potensi yang ada di gereja kita masing-masing,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Sinode GMIT atas kontribusinya dalam pembangunan NTT melalui berbagai bidang pelayanan.
“Sebagai Gubernur NTT, saya memberikan apresiasi kepada Sinode GMIT yang terus memberikan kontribusi bagi pembangunan NTT dalam berbagai bidang pelayanan,” katanya.
Melki kemudian mengucapkan selamat atas peresmian gedung gereja, pemandirian jemaat, dan perhadapan pendeta GMIT Jemaat Kharisma Penfui. Ia berharap jemaat terus bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih serta menjadi terang bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, menyebut tiga momentum tersebut sebagai peristiwa penuh anugerah yang patut disyukuri.
“Kami berharap jemaat terus bertumbuh dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan Yesus,” ujarnya.
Perwakilan Jemaat GMIT Kharisma Penfui, Mathen Sen, menyampaikan syukur atas peresmian gedung gereja, pemandirian jemaat, dan perhadapan pendeta yang dirayakan secara bersamaan.
“Ini bukan kebetulan, tetapi rencana Tuhan. Kehadiran Bapak Gubernur menjadi bukti perhatian pemerintah kepada jemaat yang juga bagian dari masyarakat NTT,” katanya.
Acara berlangsung dalam suasana sukacita dan dihadiri jajaran Majelis Sinode GMIT, para pendeta, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta jemaat GMIT Kharisma Penfui. (baldus/jdz)
