Efek BESTIE: Mall Pelayanan Publik Diserbu Warga yang Cari Layanan Beres dan Pasti

oleh -137 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Kehadiran program BESTIE (Beres dan Pasti) membawa perubahan nyata di Mall Pelayanan Publik Kota Kupang. Hingga saat ini, lonjakan jumlah kunjungan amat signifikan. Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan warga terhadap layanan yang lebih cepat, pasti, dan mudah diakses.

Antusiasme masyarakat ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi pelayanan yang sederhana namun tepat sasaran mampu menghidupkan kembali ruang layanan publik dan mendekatkan pemerintah dengan warganya.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (20/11), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian R. Otta, menjelaskan transformasi besar yang dilakukan pihaknya dalam menghidupkan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang. Perubahan ini membuat tingkat kunjungan masyarakat melonjak drastis dalam satu tahun terakhir.

Dia menjelaskan, saat MPP diluncurkan secara serentak bersama 10 kabupaten/kota lainnya di Indonesia, fasilitas MPP Kota Kupang belum sepenuhnya siap sehingga sejumlah layanan tidak bertahan lama. Hal ini menyebabkan tingkat kunjungan saat awal hanya berada di angka 200 hingga 300 kunjungan per bulan.

“Ketika saya ditugaskan pada Maret, selama satu bulan kami melakukan observasi. Lalu pada April kami langsung melakukan rebranding dan mengganti moto lama menjadi ‘BESTI, Beres dan Pasti’. Filosofinya sederhana, MPP adalah bestinya masyarakat, dan masyarakat adalah bestinya MPP,” terang Wildrian.

Menurut dia, layanan di MPP kini dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu layanan terintegrasi dan ekosistem layanan. Layanan terintegrasi mencakup layanan yang memiliki keterkaitan langsung, seperti pengurusan SIM yang terhubung dengan NIK dan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, ekosistem layanan mencakup layanan yang saling terkait namun tidak wajib digabung, misalnya pengurusan PBB bersama bank atau pendirian perusahaan yang membutuhkan notaris, NIB, BPJS Ketenagakerjaan, NPWP, hingga pembukaan rekening bank. Ia bahkan menyebut telah menjalin komunikasi dengan Ikatan Notaris untuk membuka loket di MPP agar masyarakat dapat mengurus pendirian perusahaan dalam satu tempat.

Untuk meningkatkan kunjungan, Wildrian dan tim menjalankan sejumlah langkah cepat, seperti menghadirkan layanan pemicu keramaian, memperkuat publikasi melalui media sosial, serta melaksanakan pelayanan luar kantor di Car Free Day (CFD) setiap Sabtu selama satu tahun terakhir. Perbaikan fasilitas juga dilakukan, termasuk mengganti AC, memperbaiki kelistrikan, hingga menata ulang ruang pelayanan.

Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan. Meskipun empat bulan pertama tingkat kunjungan masih berada pada angka 200-an, total kunjungan pada akhir tahun mencapai 24.500 atau rata-rata 2.000 kunjungan per bulan. Lonjakan terjadi terutama setelah layanan SAMSAT dan SIM bergabung, disusul Dinas Sosial yang menilai MPP semakin aktif dan memutuskan membuka loket pada lokasi strategis di bagian depan.

Wildrian menegaskan, meningkatnya kunjungan sejalan dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Ketika masyarakat puas dengan pelayanan publik, maka kepercayaan terhadap pemimpin daerah juga ikut naik,” ujarnya. (jdz)