TAMBOLAKA, mediantt.com – Bank NTT resmi melaunching Kartu Kredit Indonesia di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis, 11 Juni 2026 pagi, di aula Hotel Ela, Kota Tambolaka.
Hadir saat itu Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Sekda SBD, Etmundus N Nau, Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius R A Geong, Pimpinan Bank NTT Cabang Weetabula, Yusthinus M N Dunga, para pimpinan OPD Lingkup Pemkab SBD.
Dalam sambutannya, Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius R. A. Geong mengatakan, kehadiran Kartu Kredit Indonesia di SBD tidak lepas dari dukungan Pemkab SBD sendiri yang menjadikan SBD sebagai Kabupaten Kota yang ketiga belas di NTT yang memiliki program tersebut.
“Dan kita bersyukur karena hampir semua Kabupaten di NTT yang sudah menggunakan ini,” katanya.
Dia mengatakan, kehadiran KKI ini sendiri adalah jawaban atas tantangan digitalisasi dalam dunia perbankan yang mulai berkembang belakangan ini.
“Awal itu kan baru isu. Tapi sejalan itu muncullah program pemerintah transaksi non tunai. Kemudian dari OJK sendiri menjalankan program perluasan digitalisasi yang diperkuat dengan penerapan tata kelola dengan satu poinnya; Bank dapat menjalankan aktivitasnya dengan terus memperhatikan perkembangan teknologi. Mungkin itu landasan hadirnya program ini,” tegasnya.
Menurut dia, program KKI ini sendiri bukan hadir tanpa tujuan. Kehadiran KKI ini sedianya untuk mempercepat proses transaksi yang aman, cepat, nyaman dan murah.
“Bagi bank daerah tentu kehadiran program ini adalah mendukung setiap program pemerintah khususnya literasi dan iklusi khususnya lagi dalam tata kelola transaksi keuangan daerah untuk mendukung tranparansi keuangan,” katanya lagi.
Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla di kesempatan yang sama mengaku senang dengan kehadiran KKI di SBD.
Hal tersebut katanya dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang semakin modern dan profesional.
Karena itu, lanjut Bupati Ratu, implementasi kartu kredit Indonesia menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, efisien dan modern melalui sistem transaksi non tunai yang sejalan dengan visi dan misi kabupaten Sumba Barat Daya terkait dengan digitalisasi.
“Kehadiran KKI ini juga tidak hanya memberikan kemudahan dalam pelaksanaan transaksi belanja pemerintah tetapi juga memperkuat pengawasan dan meningkatkan tertib administrasi serta mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik dan bertanggung jawab,” jelas Ratu Wula.
Dia berharap, seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkab SBD bisa memanfaatkan KKI dengan baik ke depannya.
“Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan kartu kredit Indonesia ini secara optimal, profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja pemerintah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah banyaknya persoalan yang ada,” imbuh dia. (*)
