LEWOLEBA, mediantt.com – Menyongsong peringatan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, Puskesmas Lewoleba melaksanakan kegiatan edukasi HIV/AIDS kepada para guru di Pantai Wisata Wulen Luo, Jumat (21/11).
Kegiatan ini juga sekaligus bertepatan dengan momen perayaan Hari Guru yang diikuti para pendidik dari berbagai sekolah di Kecamatan Nubatukan.
Di tengah suasana pantai yang cerah, Tim HIV/AIDS Puskesmas Lewoleba memberikan sosialisasi komprehensif mengenai pencegahan, penularan, serta penanganan HIV/AIDS kepada para tenaga pendidik.
Para guru dinilai menjadi kelompok strategis dalam menyebarkan informasi kesehatan yang benar kepada peserta didik maupun masyarakat luas.
Petugas Puskesmas Lewoleba, Eni Endrikah, kepada media menjelaskan, rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2025.
Menurutnya, Puskesmas di seluruh Kabupaten Lembata telah diarahkan untuk menjalankan dua agenda besar, yakni: Sosialisasi dan Edukasi ke kelompok masyarakat kecil.
Program ini adalah edukasi langsung ke minimal empat kelompok masyarakat, terutama kelompok kecil seperti Rukun Tetangga (RT), Dasawisma, serta kelompok komunitas lainnya.
“Rencananya sosialisasi ini akan dilakukan oleh semua Puskesmas di wilayah kerjanya masing-masing hingga puncak peringatan pada 1 Desember 2025,” ujar Eni.
Dia menegaskan, edukasi sejak dini dan berbasis komunitas merupakan kunci dalam menekan angka penularan HIV/AIDS di Lembata.
Kedua, melakukan anjangsana ke tokoh agama.Agenda ini adalah kunjungan langsung ke tokoh agama lintas denominasi, baik Katolik, Islam, maupun Protestan, yang rencananya akan dilaksanakan serentak pada 1 Desember 2025.
Endrikah menyebutkan, langkah ini penting mengingat para pemuka agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk pemahaman masyarakat.
“Kami menyadari bahwa peran tokoh agama sangat besar dan efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Dengan dukungan mereka, kami berharap isu HIV/AIDS dapat digaungkan dari mimbar gereja dan masjid,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyampaian informasi dari para pemuka agama diyakini dapat meningkatkan kesadaran umat mengenai risiko HIV/AIDS serta membantu pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan edukasi.
Para guru yang hadir di Pantai Harnus disebut merupakan mitra penting dalam menyebarkan pemahaman tentang HIV/AIDS, terutama kepada kelompok usia remaja yang rentan terhadap risiko penularan.
Dengan dukungan sektor pendidikan dan keagamaan, Puskesmas Lewoleba berharap pendekatan pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Lembata dapat semakin efektif, menyentuh kelompok akar rumput, dan menurunkan stigma terhadap pengidap HIV/AIDS.
Melalui pendekatan edukasi langsung, kemitraan lintas sektor, dan pelibatan tokoh masyarakat, Kabupaten Lembata diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah pencegahan serta meningkatkan kesadaran publik terhadap HIV/AIDS.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial menyambut Hari AIDS Sedunia, tetapi sebuah gerakan bersama untuk melindungi masyarakat Lembata dari risiko HIV/AIDS,” tegas Eni Endrikah menutup pernyataannya. (Lakonawa)
