LEWOLEBA, mediantt.com – Menindaklanjuti arahan Gubernur NTT, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, menggelar rapat bersama pimpinan perbankan di Kabupaten Lembata guna memperkuat pembiayaan usaha masyarakat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Rapat yang berlangsung di ruang kerja Bupati pada 5 Februari 2026 ini dihadiri Sekretaris Daerah Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan Bank BRI, Bank NTT, dan Bank BNI.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kanis Tuaq menegaskan pentingnya optimalisasi KUR sebagai instrumen pembiayaan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil dan produktif.
Menurut Bupati, penyaluran KUR harus tepat sasaran dan disertai pendampingan agar mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal.
Pemkab Lembata, kata Kanis, berkomitmen membangun skema pendampingan usaha bagi penerima KUR melalui kolaborasi dengan perbankan.
Ia mencontohkan rencana pembiayaan terintegrasi dengan Bank BRI dan Bank BNI yang masing-masing menargetkan 10 debitur, serta skema bersama Bank NTT yang mengarahkan penerima manfaat mencapai kemandirian usaha setelah dua kali masa panen.
Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Pembantu Lembata, Kusno Warsito menyatakan penyaluran KUR saat ini masih dilakukan langsung kepada nasabah karena belum tersedianya skema offtaker.
Pimpinan BNI Cabang Pembantu Lembata, Frans Steven Bedda juga menegaskan pembahasan teknis akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan SOP perbankan.
Bupati Lembata menambahkan, KUR diharapkan menjadi solusi pembiayaan rakyat di tengah tekanan ekonomi dan maraknya pinjaman online ilegal. (Lakonawa)
