Bank NTT Segera Salurkan KUR, Saat Ini Ada di Tahap Akhir Integrasi Sistem Pelaporan dengan Kemenkeu

oleh -124 Dilihat

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus

KUPANG, mediantt com – Kabar baik bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur. Bank NTT memastikan segera kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 setelah sempat terhenti sejak 2019.

“Saat ini, Bank NTT tengah menuntaskan tahap akhir integrasi sistem pelaporan KUR dengan Kementerian Keuangan sebelum program tersebut resmi dijalankan kembali,” kata Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus kepada Pers, Minggu (17/5/2026).

Dia mengatakan, dari sisi internal seluruh persiapan sebenarnya sudah rampung. Namun, proses koneksi sistem pelaporan secara daring dengan pemerintah pusat masih terus disempurnakan.

“Untuk saat ini kami masih menyelesaikan sistem pelaporan KUR dengan Kementerian Keuangan. Targetnya bulan ini seluruh proses sudah tuntas, sebab dari sisi Bank NTT semua persiapan internal sebenarnya telah selesai,” ujar Charlie.

Menurutnya, Bank NTT kini sudah berada pada tahap final sebelum kembali menjadi bank penyalur KUR bagi pelaku UMKM di NTT.

“Sekarang kami sudah berada di tahap final. Tinggal terkoneksi secara online dengan Kementerian Keuangan. Setiap bank penyalur KUR memperoleh subsidi bunga dari pemerintah, sehingga sistem pelaporannya harus terhubung,” katanya.

Charlie menambahkan, proses persiapan membutuhkan waktu cukup panjang lantaran Bank NTT sudah sekitar tujuh tahun tidak lagi menjalankan program KUR. Karena sempat berhenti menyalurkan KUR sejak 2019, berbagai syarat administrasi, teknis, hingga sistem pelaporan harus disesuaikan kembali mengikuti regulasi terbaru dari pemerintah pusat.

“Penyaluran KUR baru dimulai kembali pada tahun 2026 ini, sehingga ada banyak prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi ulang,” ujarnya.

Kembalinya program KUR melalui Bank NTT diharapkan menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM di NTT untuk memperoleh akses pembiayaan usaha dengan bunga rendah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*/jdz)