SURABAYA, mediantt.com – Direktur Umum & SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, bersama Tim Teknologi Informasi Bank NTT menghadiri agenda Pengesahan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) Tahun 2026 dalam lingkup Kelompok Usaha Bank (KUB) yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, 15 Januari lalu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarbank anggota KUB, khususnya dalam menyelaraskan arah transformasi digital, penguatan tata kelola TI, serta peningkatan kualitas layanan perbankan berbasis teknologi.
Dalam kesempatan itu, para Direktur Bank anggota KUB turut menyampaikan aspirasi dan komitmen masing-masing, sekaligus menandatangani Dokumen Penerimaan dan Persetujuan Implementasi RSTI Tahun 2026 sebagai bentuk kesepahaman bersama.
Direktur Umum & SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa pengesahan RSTI 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan pengembangan teknologi informasi yang terintegrasi, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan bisnis serta regulasi.
“Bank NTT berkomitmen penuh mendukung implementasi RSTI 2026 dalam lingkup KUB sebagai bagian dari transformasi digital berkelanjutan. Sinergi ini penting untuk memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghadirkan layanan yang semakin aman, cepat, dan andal bagi nasabah,” ujar Rahmat Saleh.
Ia menambahkan, kolaborasi dalam KUB bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga upaya membangun ekosistem perbankan yang solid dan berorientasi pada inovasi.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh anggota KUB dalam menyepakati dan mengesahkan RSTI 2026.
“Pengesahan RSTI ini menjadi fondasi penting bagi penguatan infrastruktur dan tata kelola teknologi informasi dalam KUB. Dengan perencanaan yang terarah dan implementasi yang disiplin, kami optimistis sinergi ini akan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya.
Melalui pengesahan RSTI Tahun 2026 ini, seluruh anggota KUB diharapkan mampu bergerak selaras dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai pilar utama transformasi perbankan yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (*/jdz)
