Bali, NTB dan NTT Resmi Teken Kerjasama, Bangun Koridor Baru Indonesia Timur

oleh -92 Dilihat

LABUAN BAJO, mediantt.com – Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) di ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (28/1/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. PKS ini difokuskan pada lima bidang strategis, yakni konektivitas transportasi, pariwisata dan ekonomi kreatif, pengembangan super grid energi terbarukan, penguatan perdagangan dan ekspor, serta integrasi perencanaan pembangunan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, kerja sama regional KR-BNN merupakan bentuk nyata komitmen politik, ekonomi, dan kebudayaan ketiga provinsi dalam memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil.

“Hari ini kita menorehkan babak baru pembangunan Indonesia Timur. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan manifestasi tekad kolektif untuk meruntuhkan sekat isolasi dan membangun jembatan kolaborasi antarwilayah,” ujar Melki.

Pada sektor konektivitas transportasi, kerja sama diarahkan untuk mengintegrasikan transportasi laut, penyeberangan, dan udara secara lebih efektif dan efisien, termasuk penjajakan rute baru seperti seaplane guna membuka keterisolasian wilayah.

Di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, ketiga provinsi sepakat membangun ekosistem pariwisata terpadu. Wisatawan tidak hanya terpusat di Bali, tetapi diarahkan menjelajah NTB dan NTT melalui penguatan branding bersama, peningkatan kompetensi SDM, serta standarisasi layanan pariwisata bertaraf internasional.

Sementara itu, pada sektor energi terbarukan, kerja sama ini menjadi langkah awal menuju ketahanan energi kawasan melalui penyusunan studi kelayakan dan peta jalan pemanfaatan potensi surya, angin, dan air secara berkelanjutan.
Untuk perdagangan dan ekspor, Bali disepakati sebagai hub ekspor regional. Produk unggulan NTB dan NTT, seperti hasil pertanian, peternakan, dan kerajinan, akan diperkuat akses pasarnya melalui jalur distribusi antarpulau dan promosi kolaboratif.

Dalam integrasi perencanaan pembangunan, ketiga provinsi akan memperkuat sinergi antarbappeda agar kebijakan pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan terorkestrasi dalam satu irama pembangunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah legacy. Kita bergerak melampaui ego sektoral dan ego teritorial. Ini adalah pintu pembuka kerja sama yang lebih luas, termasuk layanan kesehatan, transformasi digital, pendidikan tinggi, mitigasi bencana, dan keamanan laut,” tegas Melki.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan, kerja sama ini berakar pada ikatan historis kawasan Sunda Kecil sekaligus menjadi pijakan untuk menatap masa depan bersama.
“Kita tidak bisa maju sendiri. Kita harus maju bersama dengan memaksimalkan potensi masing-masing daerah secara harmonis,” ujarnya.

Senada, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, kerja sama KR-BNN bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang harus diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita bersatu bukan karena kita sama, tetapi karena perbedaan itulah kita saling melengkapi. Inilah era regionalisme baru berbasis daerah,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan DPRD Bali dan NTB, jajaran sekretaris daerah, kepala daerah se-Bali, NTB, dan NTT, pimpinan BUMN dan BUMD, Forkopimda Manggarai Barat, serta para pemangku kepentingan terkait. (*/jdz)