Erwin Aksa Tegaskan Ideologi Golkar di Buku Jalan Tengah Golongan Karya

by -132 views

JAKARTA – Partai Golkar meluncurkan buku ‘Jalan Tengah Golongan Karya: Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan demi Kemajuan Bangsa’ dalam pembukaan Young Political Leaders Angkatan ke-15 hari ini. Buku tersebut ditulis oleh Waketum DPP Partai Golkar Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo.

Dalam acara peluncuran tersebut, Erwin mengungkapkan penulisan buku berawal dari gagasan para pendiri dan senior Golkar serta pengurus partai. Melalui buku ini, pihaknya menegaskan posisi Partai Golkar dengan membahas sejarah partai hingga berbagai isu penting lainnya, seperti ekonomi hijau, revolusi digital, hukum dan kedaulatan negeri, hingga reformasi politik.

Saat membahas sejarah partai, Erwin mengatakan, Golkar didirikan oleh petani, buruh, organisasi pemuda/pelajar, dan federasi NGO lainnya dengan berorientasi pada kesejahteraan. Bukan pada ideologi tertentu.

“Punya ideologi memang bagus, tapi sering kali debat ideologi tidak selesai-selesai. Inilah yang dikritik Presiden Soekarno kalau partai debat ideologi melulu siapa yang mau kerja. Hadirlah golongan karya yang ideologinya adalah kesejahteraan, bukan -isme -isme yang ekstrem,” ungkap Erwin dalam acara peluncuran buku di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (26/2/2024).

Untuk memastikan tujuan Golkar pada kesejahteraan, lanjut Erwin, Golkar tidak berjalan di kiri maupun kanan.

“Kita jalan di tengah, yang lurus, stabil, sejuk, dan tidak ekstrem. Kita ambil jalan yang tujuannya kesejahteraan bersama,” terang Erwin.

“Tentunya dengan berjalan di tengah kita bisa ambil nilai-nilai baik yang ada di sisi kiri maupun kanan,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, dari sisi kiri atau sosialisme, Golkar dapat mengambil nilai keberpihakan terhadap kelompok miskin dan rentan. Caranya, dengan memastikan mereka mendapatkan pelayanan publik yang baik.

“Kita juga ambil nilai yang baik dari sisi kanan, misalnya dari kapitalisme yaitu semangat inovasi, semangat usaha, semangat pantang menyerah dan meritrokrasi,” tuturnya.

Tak hanya itu, Erwin menegaskan Golkar juga menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas yang berbasis ketuhanan, menghormati hak-hak asasi manusia dan kesempatan yang adil bagi semua orang, termasuk minoritas, serta nilai-nilai inklusivitas.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini bersama Pak Cicip dan kepercayaan dari Ketum (Airlangga) dan para senior untuk bisa menulis buku Jalan Tengah Golongan Karya. Insyaallah buku ini bisa bermanfaat bagi generasi muda dan inilah landasan kebijakan Golkar hari ini dan yang akan datang,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengapresiasi serta menyambut baik diluncurkannya buku Jalan Tengah Golongan Karya ini.

“Partai Golkar memang selalu di tengah. Kita selalu partai sentris, partai yang berada di tengah dan kepentingan nasional. Ini yang selalu dipegang sebagai ideologi partai Golkar dan partai pembangunan. Partai yang bertujuan membangun kesejahteraan rakyat,” tegas Airlangga.

Peneliti BRIN-Rocky Gerung Apresiasi

Buku ‘Jalan Tengah Golongan Karya: Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan Demi Kemajuan Bangsa’ yang diluncurkan Partai Golkar itu, mendapat apresiasi dari 2 orang tokoh. 2 tokoh tersebut adalah Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro dan Pengamat Politik Rocky Gerung.

Buku ini memiliki target untuk semua golongan pembaca yang melambangkan Partai Golkar sebagai partai yang inklusif, semua etnis, semua umur sebagai partai yang meritokrasi.

Kedua penanggap pun menyatakan buku ini menjelaskan mengenai kemajemukan Indonesia dan menjadi upaya mengedepankan pemikiran.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro juga menyatakan Partai Golkar memiliki potensi dan empati terhadap kemajemukan bangsa Indonesia sebagai partai tengah.

“Jadi, jalan tengah atau tengah inilah kenyataan dari masyarakat Indonesia yang nggak kanan banget, dan nggak kiri banget. Selalu di tengah. Dalam kehidupan politik, masyarakat Indonesia ingin adanya rumah Indonesia yang merefleksikan kebhinekaan,” ujar Siti Zuhro dalam acara peluncuran buku di DPP Golkar, Jakarta, Senin (26/2/2024).

Sementara itu, Pengamat Politik Rocky Gerung pun menambahkan bahwasanya buku Jalan Tengah Golongan Karya ini menjadi upaya kompilasi rekan-rekan muda di Partai Golkar untuk memuliakan pikiran.

“Buku ini menjadi tuntutan akademis dan tuntunan intelektual untuk memulai kaderisasi di Golkar. 2029 orang akan bertengkar karena kapasitas berpikir. Itu pentingnya, maka saya ingin sampaikan hari ini, buku ini, menjadi bukti bahwa Golkar harus tunggu dengan mengunyah pikiran, bukan sekedar mengunyah makan siang, apalagi yang gratis,” tutur Rocky.

Buku Jalan Tengah Golongan Karya dengan bentuk yang kecil dinilai tidak terlalu sulit untuk dibaca karena memiliki bahasa yang mudah dimengerti. (detik.com/jdz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *