Virus ASF Mewabah Lagi di Sikka, Pemilik Ternak di Lembata Harus Waspada

by -375 views

Foto Ilustrasi

LEWOLEBA, mediantt.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, kembali mengingatkan para pemilik ternak untuk waspada terhadap virus ASF dan Hog Cholera, yang kembali menyerang hewan di wilayah Provinsi NTT.

Dalam pengumuman Dinas PKP Kabupaten Lembata, Nomor : DP-KP 524.3/ 56-1/ |/2024, tentang Kewaspadaan Penyakit ASF, bahwa di awal tahun 2024 telah terjadi kasus kematian babi secara mendadak di Kabupaten Sikka.

Merujuk pada surat Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT Nomor : Disnak.524.3/17I keswan-kesmavet Vl/2022, dan memperhatikan informasi dugaan kematian ternak babi secara mendadak di Sikka awal tahun 2024, maka Dinas PKP Lembata pada 30 Januari 2024 mengeluarkan pengumuman berisikan delapan poin penting.

Untuk diketahui, penyakit ASF atau African Swine Fever merupakan penyakit pada babi yang disebabkan oleh virus ASF (ASFV) dari famili Asfarviridae. Penyakit ini menimbulkan berbagai pendarahan organ internal pada babi domestik maupun babi hutan. ASF sangat menular dengan angka kematian yang sangat tinggi.

Sementara penyakit Hog Cholera atau umum dikenal sebagai Classical Swine Fever (CSF) adalah penyakit menular pada babi. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan babi yang terinfeksi. Penularan umumnya terjadi melalui air liur, cairan sekresi dari hidung, urine, dan feses.

Untuk saat ini, di Kabupaten Lembata belum ditemukan kasus kematian babi secara tiba-tiba karena penyakit ASF dan Hog Cholera. Namun demikian, pemerintah menghimbau warga agar selalu waspada.

Berikut 8 poin pengumuman tersebut; 1. Kematian babi dengan dugaan penyakit ASF dan Hog Cholera telah terjadi di awal tahun 2024 di Maumere, Kabupaten Sikka;. 2. Karena itu, memperhatikan situasi iklim yang tidak menentu dengan kelembapan tinggi pada musim penghujan, maka
diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian penyakit ternak khususnya babi di wilayah masing-masing.

3. Meningkatkan pengawasan bersama terhadap lalulintas ternak, baik dalam daerah (antar kecamatan), maupun antar kabupaten/kota, daerah berbatasan terutama pada wilayah pintu masuk dan keluar, dengan memastikan status kesehatan ternak yang didukung hasil pemeriksaan laboratorium.

4. Dilarang membawah ternak babi dan produk asal babi berupa daging babi, sei, dendeng, sosis dan roti babi dari luar Kabupaten Lembata terutama dari daerah wabah seperti Kabupaten Sikka.

5. Menjaga sanitasi/kebersihan kandang dan tidak memberi makan ternak babi dari sisa limbah dapur yang berasal dari sisa produk asal babi yang mati secara mendadak.

6. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata menyiapkan disinfektan untuk kebutuhan sanitasi kandang, sehingga para peternak dapat menghubungi petugas di nomor kontak 081246452140 (Fargo petugas dinas), supaya bisa mengambilnya, agar pengawasan bio sekuriti di kandang segerah di lakukan.

7. Berhati-hati dalam membeli dan mengkonsumsi daging babi, terutama yang dijual dari tempat-tempat umum, karena dikhawatirkan berasal dari ternak sakit atau mati mendadak.

8. Melaporkan setiap dugaan kejadian penyakit hewan kepada petugas peternakan dan kesehatan hewan yang di kecamatan masing-masing. (baoon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *