Car Free Day Segera Hadir di Lembata, Kapolres Harap Masyarakat Terlibat

by -1,019 views

Kapolres Vivick Tjangkung foto bersama wartawan di Lewoleba.

LEWOLEBA, mediantt.com – Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau biasa disebut Car Free Day (CFD) akan segera diadakan di Lembata dan masyarakat diharapkan terlibat.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Lembata, AKBP Vivick Tjangkung, saat tatap muka bersama para wartawan di ruang lobi Mapolres Lembata, Rabu (31/5) sore.

Kapolres mengatakan, dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-77, Polres Lembata akan mengadakan kegiatan Car Fee Day.

Menurut Vivick, CFD akan dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 10.00 Wita, dengan menutup ruas jalan Trans Lembata dari simpang pasar TPI menuju Taman Kota, Swaolsa Titen.

Di jam-jam tersebut ruas jalanya akan ditutup bagi semua jenis kendaraan yang melintasinya.

Selain itu, Polres Lembata juga menyiapkan tempat-tempat khusus bagi masyarakat yang berminat membuka lapak-lapak jualan sepanjang jalan yang akan dilalui peserta Car Fee Day.

Dia berharap, masyarakat Lembata bisa melihat hal ini secara positif dan mendukung kegiatan ini sehingga maksud dan tujuan untuk mempromosikan Kabupaten Lembata dan juga untuk memotivasi anak-anak muda ke arah yang lebih positif akan terlaksana dengan baik.

Hal yang menarik juga dari Car Free Day ini, Polres Lembata juga menyiapkan Stand Pelayanan SIM, Pelayanan SKCK dan Pelayanan Sidik Jari bagi setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat.

Rencananya, CFD ini akan diikuti peserta dari instansi pemerintah, pihak keamanan, pengusaha lokal, BUMN, BUMD, lembaga pemerintahan, para camat, pencinta olahraga, warga Lembata, pelajar, dan segenap unsur masyarakat yang ada di Lembata.

Menurut Kapolres, selain menyongsong HUT Bhayangkara ke-77 pada 1 Juli 2023, CFD juga bertujuan memberikan edukasi akan manfaat berolahraga bagi publik Lembata dan juga memotivasi masyarakat untuk hidup sehat.

Bagi anak-anak muda, Kapolres yang juga Ketua PBVSI Kabupaten Lembata ini menambahkan, hal ini sebagai motivasi untuk merangsang kreativitas dan daya pikir mereka untuk hal-hal yang lebih positif, sehingga diharapkan kedepannya kriminalitas di kalangan anak-anak muda Lembata bisa ditekan.

Kegiatan CFD ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.

Car Free Day sendiri merupakan sebuah gerakan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Gerakan ini dimulai dari kesadaran penduduk dunia mengenai bahaya pemanasan global dan pentingnya pengurangan emisi bahan bakar di dunia.

Tak cuma itu saja, Vivick Tjangkung, orang nomor satu di Polres Lembata ini juga menjelaskan, ada kegiatan lain yang akan dilaksanakan pada 30 Juni 2023. Kegiatan itu berupa kerja bhakti membersihkan bibir pantai dari tumpukan sampah.

Kerja bhakti yang dilakukan secara massal di sepanjang bibir pantai pulau Lomblen ini, diikuti oleh seluruh komponen masyarakat. Dan moment di hari yang sama juga akan dilakukan penanaman kembali 1.000 buah terumbu karang. Kegiatan ini akan berpusat di laut, pesisir pantai Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan.

Pemilihan lokasi di Desa Waijarang ini, menurut hasil survei dari pihak kepolisian adalah salah satu tempat yang sangat cocok untuk tumbuh kembangnya terumbu karang, karena didukung dengan keadaan arus air yang cocok untuk perkembangannya.

Terumbu karang itu sendiri merupakan ekosistem laut yang terbentuk oleh biota laut penghasil kapur, khususnya jenis karang batu dan alga berkapur, bersama biota lain yang hidup di dasar lautan.

Seperti namanya, terumbu karang merupakan batuan karang di laut, dan biasanya digunakan sebagai tempat tinggal biota laut.

Dia berharap, dengan aksi massal 1.000 terumbu karang untuk menyelamatkan biota laut ini, ke depannya akan berdampak besar pada ekosistem yang ada di teluk Lewoleba, yang tentunya butuh pengawasan ekstra semua kita dari tangan-tangan jahil yang hanya merusak terumbu karang dan biota laut didalamnya.

Khusus kegiatan kerja massal pembersihan bibir pantai, menurut Vivick, selain untuk mempercantik wajah pariwisata di Lembata juga berencana untuk memecahkan rekor Muri.

Polres Lembata juga berencana akan melombakan spot-spot wisata indah yang ada di 144 desa di Lembata.

Perlombaan spot wisata ini selain mempromosikan potensi wisata di Lembata, polres juga akan menjadikan moment ini untuk melakukan edukasi hukum di tempat-tempat wisata tersebut terkait perilaku seksual bebas dan dampaknya bagi kalangan anak-anak remaja dibawah umur.

Edukasi hukum ini, menurut Vivick, akan dilakukan dengan menggunakan tulisan atau banner ditempat-tempat yang disinyalir berpotensi bisa dijadikan tempat maksiat.

Bagi yang berminat mengikuti ajang lomba spot wisata, bisa mendaftarkan diri di polres Lembata. Ia juga rencananya akan mengundang para Camat se-Kabupaten Lembata untuk terlibat dalam ajang perlombaan spot wisata memperebutkan piala Kapolres dan hadiah-hadiah menarik lainnya.

Karena itu, wanita berdarah Lamalera ini mengharapkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak terutama dari masyarakat Lembata, Pemerintah Daerah, segenap unsur Forkopimda, LSM, BUMN, BUMD, para Kepala Desa se-Kabupaten Lembata, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat keamanan serta pihak swasta, anak-anak muda dan pelajar, agar membantu menyukseskan kegiatan yang dimaksud demi Lewotana Lembata tercinta. (baoon)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments