Cerita Airlangga Disuruh Jokowi Bikin Kartu Prakerja dari Nol, Kini Jadi Inspirasi Negara Lain

by -86 views

Airlangga Hartarto

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menceritakan pengalamannya saat diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Kartu Prakerja. Saat ini program tersebut sudah memasuki usia ke-3 tahun.

“Awalnya arahan Bapak Presiden di November (2019) dalam ratas menugaskan saya untuk membuat Kartu Prakerja. Isinya seperti apa, bentuknya seperti apa, yang ngurus siapa, cari sendiri, katanya,” cerita Airlangga dalam acara 3 Tahun Prakerja di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2023).

Menindaklanjuti arahan Jokowi, Airlangga kemudian menunjuk Denni Puspa Purbasari sebagai Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja sampai sekarang. Dari awalnya tak sampai 50 orang, saat ini pegawai PMO mencapai 150 orang.

Kartu Prakerja tanpa disangka mengalami tantangan di awal karena dihadapkan pada pandemi COVID-19. Program yang awalnya dirancang memberikan pelatihan untuk skilling, reskilling dan upskilling secara offline, mendadak harus didesain menjadi program semi bantuan sosial (bansos) dengan pelatihan online.

Airlangga menyebut program pemerintah dengan model seperti Kartu Prakerja merupakan pertama di Indonesia. Dia yang juga sebagai Ketua Komite Cipta Kerja mengklaim program itu banyak diinginkan negara lain.

“Kartu Prakerja adalah sebuah model pertama dari program government to people, merupakan program e-government yang pertama dilaksanakan di Indonesia bahkan yang pertama dengan model ini di berbagai negara. Jadi Kartu Prakerja adalah startup e-government,” ucapnya.

“Tentu pengalaman ini menjadi pengalaman yang bisa kita ajarkan kepada berbagai negara lain. Tadi mendapatkan apresiasi dari tokoh-tokoh dunia karena banyak negara mau mencoba melakukan pelatihan retraining secara masif, belum ada yang berhasil dan kita bersyukur Prakerja bisa,” tambahnya.

Selama 3 tahun Kartu Prakerja telah berhasil memberikan pelatihan kepada 16,4 juta orang selaku peserta. Airlangga menyebut jumlah itu melebihi jumlah angkatan kerja yang mencapai 3 juta orang/tahun.

“Jumlah angkatan kerja per tahun 3 juta orang dan alhamdulillah Kartu Prakerja setiap tahun bisa melakukan retraining, reskilling 5 juta per tahun karena kita sudah melakukan kepada 16,4 juta orang keseluruhan selama 3 tahun di sebuah model yang belum pernah ada di berbagai negara mana pun. Kalau dicari di buku pun nggak ada bukunya, tetapi sudah terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Kini dengan mulai redanya pandemi COVID-19, Kartu Prakerja di 2023 untuk pertama kalinya didesain dengan skema normal yang fokus pada peningkatan skill dan bukan lagi semi bansos. Pelatihan dilakukan secara hybrid alias offline dan online. (dtc/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments