Perencanaan Program di Lembata Sangat Buruk, Penjabat: Mesti Ada Rasa Malu

by -723 views

Penjabat Bupati saat memberikan arahan.

LEWOLEBA, mediantt.com – Ada kenyataan buruk yang diungkapkan Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa. Dia berani mengatakan bahwa perencanaan program yang dijalankan selama ini sangat buruk.

Pernyataan ini disampaikan Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, dihadapan para Kepala Desa, Camat dan Kepala OPD saat membuka kegiatan Pengawasan Danah Desa di aula Kantor Bupati Lembata, Selasa (13/12/2022).

Menurut dia, perencanaan program kegiatan yang berjalan selama ini tidak dilakukan secara baik, terutama di desa. Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran baru di 2022 yang begitu besar tetapi telah terjadi penyalahgunaan keuangan sekitar Rp 2 milliar lebih.

“Baru di 2022, kamu baru sekian bulan Rp 2 milliar lebih penyalahgunaan, apa yang ada di anda punya kepala. Kamu dilantik Desember 2021,” kata Bupati Jawa.

Dia mengatakan, kalau otak dan pikiran betul-betul berpikir untuk masyarakat Lembata maka gambarannya tidak seperti ini.

Kata dia, kenyataan ini sangat memprihatinkan mengingat sudah begitu banyak kebijakan terdahulu di daerah ini yang telah merugikan masyarakat Lembata.

“Kalau di desa uang kurang, ini belum ada, ini belum ada, proposal proposal proposal, tapi ketika ada uang kita salah gunakan,” ungkap Bupati Jawa lagi.

Dari data yang diperoleh, menurut Bupati, penyalahgunaan keuangan selama ini sudah Rp 19 milliar sejak tahun 2000 dan baru ditindaklanjuti Rp 7 milliar, sementara Rp 11 milliar sisanya masih ada dimana-mana.

Dengan melihat fakta penyalahgunaan keuangan di Kabupaten ini, Bupati Marsianus Jawa meminta harus dibuka jangan ditutup-tutupi lagi supaya semua tahu. “Ini semua dilakukan semata-mata karena kecintaannya kepada masyarakat Lembata. Saya tidak mau kondisi ini berulang kembali di waktu yang akan datang,” tegasnya, mengingatkan.

Dia juga mengungkapkan, bagaimana pelaksanaan program sebelumnya yang kini mangkrak, yang telah menghabiskan begitu banyak anggaran yang kemudian disia-siakan oleh pemerintah. Program ini yang masih dirasakan dampaknya bagi masyarakat Lembata.

“Saya tidak bermaksud menjudge atau tidak sedang menggugat pendahulu kita, tapi ini adalah kenyataan yang sampai saat ini menjadi problem klasik di Kabupaten Lembata. Saya kepingin ketika kita tahu ini maka bagaimana menggagas sesuatu yang baru untuk daerah ini,” ungkap Bupati Lembata.

Menurut dia, ada beberapa kebijakan yang tidak populis, yang tidak berdasarkan analisis kebutuhan yang mendalam pada periode terdahulu seperti pembangunan Jober di Teluk Lewoleba yang telah menelan biaya sekitar Rp24 milliar, penyulingan air laut di Ile Ape sekitar Rp18 milliar. Semuanya itu bermasalah dan tidak ada guna,” tandas Marsianus Jawa.

Selain itu, sebut dia, garam yang ada di Ile Ape juga tidak digunakan. Incenerator dan barang sebelahnya sekitar Rp 1,6 milliar di Hadakewa juga mubasir. Belum lagi Kantor Camat tujuh ratusan juta, Puskesmas dua, kantor bupati lama yang sudah terbakar yang kini diserahkan ke Kodim. Semuanya itu bermasalah. Ini membuktikan bahwa daerah ini perencanaannya lemah atau sangat buruk.

“Apakah kita tega menelantarkan, menyusahkan generasi kita. Kita menghargai pendahulu, senior kita, mereka sudah bekerja maksimal, tapi ini yang terjadi,” katanya.

“Belum lagi kapal, yang apung-apung itu. Jetty-jetty dimana-mana. Kalau kondisi seperti ini kapan Lembata bisa maju. Kita boleh bermimpi generasi emas 2050, omong kosong, tidak akan sampai,” kesal dia.

Karena itu, dia mengingatkan kepada inspektor agar temuan-temuan di desa harus fokus. Untuk tahun 2023, inspektor harus menjadi perhatian, prioritas sekian persen supaya teman-teman audit lebih banyak di desa.

“E, malulah kita, mesti ada rasa malu kalau perilaku kita menyimpang dan koruptif atau kita salahgunakan uang daerah, uang negara,” kata Penjabat Bupati Lembata.

Dia lalu meminta para kepala desa agar jaga rumah tangga, jaga nama baik lebih penting ketimbang mempertontonkan perilaku tidak baik. “Jangan terjebak dengan ekspos diri, kita punya rumah mewah, mobil, deposito, tapi pada akhirnya nama kita begini-begini. Cobalah kerja dengan hati, jujur untuk daerah ini. Harus takut dengan korupsi,” tegasnya. (baoon)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments