ATR/BPN Malaka Targetkan 2.540 PBT dan 3.500 SHAT di 2022

by -318 views

BETUN, mediantt.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Malaka, menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk Peta Bidang Tanah (PBT) dan Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT) tahun 2022.

PTSL 2022 merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat Malaka yang sudah terlaksana di 12 desa, dengan total target PBT sebanyak 2.540 bidang dan SHAT sebanyak 3.500 bidang, dimana sudah terealisasi 1.195 bidang.

12 desa tersebut ialah Kletek, Halibasar, Haliklaran, Naimana, Loofoun,Taaba,Wesey, Alkani, Weseben, Fafoe, Angkaes, dan Seserai.

Hal ini disampaikan oleh Kakan BPN Malaka, Beci Salomi Dopong, S.SIT saat pelaksanan rapat keterlibatan publik dengan tema Keterbukaan Informasi Publik mewujudkan damai dan berkeadilan, dengan narasumber perwakilan Komisi Informasi Provinsi Daniel Tonu, SE, M.Si dan Perwakilan Polres Malaka, yang diwakili Reskrim Polres Malaka di Hotel Ramayana Betun, Senin (1/8/2022).

Pada tahun anggaran 2022, Kantor Pertanahan Kabupaten Malaka juga melaksanakan program strategis lainnya yaitu kegiatan Redistribusi Tanah Obyek Landreform (TOL) dengan target 700 bidang, yang tersebar di tiga desa yaitu Desa Saenama, Bisesmus dan Tunabesi. Saat ini telah sampai pada tahap sidang oleh tim Panitia Pertimbangan Landreform.

Kegiatan Redistribusi TOL yang merupakan pembagian tanah-tanah yang dikuasai Negara dan telah ditegaskan menjadi objek Landreform yang diberikan kepada para petani
penggarap yang telah memenuhi syarat ketentuan Peraturan Pemerintah No. 224 Tahun
1961. Dengan tujuan memperbaiki keadaan sosial ekonomi rakyat dengan cara mengadakan pembagian tanah yang adil dan merata atas sumber penghidupan rakyat tani
berupa tanah, sehingga dengan pembagian tersebut dapat dicapai pembagian hasil yang adil dan merata.

Beci juga menambahkan, kegiatan penanganan akses reforma agraria dengan tujuan agar terlaksananya pemberdayaan tanah masyarakat yang terstruktur komprehensif, dan terintegrasi sudah dilaksanakan di Desa Motaain, Loofoun, Wederok, Halibasar, Haliklaran, Wesey dan Bonetasea dengan target 500 KK yang sudah terealisasi targetnya. Kegiatan legalisasi aset tanah masyarakat ini agar masyarakat bisa memanfaatkan secara maksimal demi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. (pascal)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments