Gencarnya Konsolidasi Golkar di Ngada Setelah Ada Sorotan Kritis

by -103 views

Salah satu titik konsolidasi Partai Golkar Ngada di Kecamatan Aimere.

BAJAWA, mediantt.com – Gerakan politik berupa konsolidasi amat gencar telah dilakukan DPD II Partai Ngada. Ini dilakukan setelah Golkar di wilayah itu terus mendapat sorotan kritis karena dinilai paling lemah dalam konsolidasi. Tenakan itu pun makin dirasakan ketika ada pertemuan akbar bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Labuan Bajo, beberapa waktu lalu. Juga, dalam zoom/virtual meeting pun selalu mendapat sorotan tajam dalam segala aspek, terutama konsolidasi yang tidak berjalan.

Karena itu, Ketua Golkar Ngada yang juga Bupati, Andreas Paru, mulai mengambil langkah tegas. Sekretaris Golkar yang selama ini dijabat Stanis pati, ST, MT, yang juga anggota DPRD Ngada, tidak menggerakkan roda partai secara efektif. Maka, ditunjuklah Romilus Juji, ST, sebagai Sekretaris DPD II Golkar Ngada.

“Untuk DPD II Golkar Ngada sebelumnya kesekretariatan tidak berjalan maksimal. Kita tahu Ketua DPD II adalah juga Bupati Ngada yang juga pekerja keras penuh inovasi, yang ingin program pemerintah terjabarkan dengan baik walaupun dalam situasi sulit. Sementara kegiatan Organisasi Partai Golkar diserahkan ke Sekertaris (Stanis Pati) namun belum maksimal. Maka Ketua DPD II menunjuk saya sebagai ketua harian untuk mengkonsolidasikan organiasi, dan mulailah terlaksana konsolidasi yang dihadiri DPD I pada bulan April,” tegas Romi Juji kepada mediantt.com, Kamis (23/6).

Dia menjelaskan, setelah rapat pleno DPD II Partai Golkar Ngada diperluas yang dihadiri PIC, Thomas Tiba (Toti), langsung diikuti dengan (follow up) dengan penegasan ke pimpinan kecamatan (Pimcat), Pengurus DPD II Golkar Ngada sebagai PIC yang ditugaskan, juga para bakal caleg (Bacaleg) untuk melakukan Musyawarah Desa dan Kelurahan (Musdes/Muskel) secara faktual.

“Musdes perdana kita lakukan di Kecamatan Aimere, Desa Legelapu, pada Selasa 14 Juni 2022. Musdes dihadiri langsung oleh Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Ngada, juga Pimcat. Musdes dipimpin oleh Pimcat dan dilanjutkan dengan pengukuhan Badan Pengurus sekaligus penyerahan SK Pimpinan Desa/Lurah. Termasuk pemancangan papan Sekretariat oleh Ketua DPD II,” tegas Juji.

Dia juga bercerita, peserta Musdes/Muslur yang hadir saat itu, selain badan pengurus juga warga desa, dan para pelaku usaha minuman tradisional arak Aimere binaaan Partai Golkar. Juga, kelompok-kelompok inisiator dari Ketua DPD I Golkar NTT, Melkiades Laka Lena, termasuk juga masyarakat lain yang berasal dari berbagai provinsi. “Saat itu dibuka kesempatan dialog bersama ketua DPD II yang juga Bupati Ngada dan menjawab secara langsung kebutuhan masyarakat desa,” kata Juji, dan menambahkan, Pimcat yang hadir saat itu; Rikardus M. Lizu (ketua), dan Orsniel Yerumana Selaku Sekretaris. Sementara pimpinan Desa Legelapu adalah Egidius Kesu yang telah 12 tahun setia bersama Partai Golkar.

“Saat itu juga Ketua DPD II dan Pengurus Kecamatan melakukan safari ke beberapa titik usulan masyarakat,” ujarnya.

Musdes Serentak di Riung

Setelah sukses menggerar Musdes dan Muslur di Kecamatan Aimere pada beberapa desa, DPD II Golkar Ngada bergeser ke Kecamatan Riung. Menurut Sekretaris Juji, pihaknya menugaskan PIC dari DPD II untuk berkomunikasi dengan Pimcat Riung, Marselinus Ali Asang, untuk melakukan Musdes faktual melibatkan para bakal Caleg di wilayah Kecamatan Riung.

“Dan, Bacaleg yang cukup berperan adalah Alfonsus Day. Dia berkolaborasi dengan Pimcat Riung melakukan komunikasi ke desa-desa untuk menjaring bakal calon pengurus dan menetapkan jadwal Musdes bersama terpusat untuk 5 desa yang berdekatan,” jelas Juju, dan merinci
Lima desa itu adalah Lengkosambi, Lengkosambi Utara, Lengkosambi Timur, Lengkosambi Barat dan Desa Tadho.

Bakal caleg lain yang turut terlibat, sebut dia, adalah tokoh perempuan yang vokal Maria Imakulata Wada dari Desa Rawangkalo. Dibantu beberapa caleg perempuan seperti Isnawati dan Hj Palisu Paloli. ”Keduanya tokoh Muslim,’ ujarnya.

Menurut dia, Musdes di Kecamatan Riung itu menghadirkan tokoh perempuan, para sesepuh, para kepala desa sebagai pembina politik. “Pembiayaan Musdes baik di Aimere Desa Legelapu maupun di 5 Desa di Riung dilakukan secara swadaya atau urun rembug bersama, termasuk dari warga/peserta itu sendiri dan para bakal caleg, dan PimCat. DPD II hanya menyiapkan Baliho,” katanya.

Selain itu, sambung dia, para pengurus pun wajib mendapat SK sesuai tingkatan. Juga langsung melakukan pendataan anggota berupa foto KTP untuk diinput menjadi KTA; mencakup semua pengurus Desa/Kelurahan, para kader dan simpatisan yang hadir saat itu. (jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments