Pak Wali Itu Hadiah Tuhan Bagi Rakyat Miskin, Jeriko: Saya Hanyalah Jembatan!

by -245 views

Walikota Dr Jefri Riwu Kore saat menyerahkan kunci rumah bagi Yohanes Misa di Kelurahan Oebufu, Jumat (17/6) siang.

Ketulusan dan keikhlasan Walikota Kupang, Dr Jefri Riwu Kore, membantu rakyat miskin, terutama yang tinggal di gubuk reot, dengan Program Bedah Rumah bukan sebuah rekayasa. Bukan pula sebuah pencitraan. Ini benar-benar kerja kemanusiaan. Untuk itu, di setiap menyerahkan kunci rumah selepas dibedah, warga dengan bebagai ekspresi menyatakan sukacita dan perasaannya kepada Walikota. Seperti juga yang dituturkan Yohanes Misa, warga RW 40 Kelurahan Oebufu.

“Wali Kota Jefri Riwu Kore adalah hadiah dari Tuhan untuk masyarakat miskin yang tinggal di gubuk reot,” . kata-kata itu meluncur dari mulut Silas Bantaika, Ketua RW 10, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, saat menyampaikan sambutannya mewakili Yohanes Misa yang mendapatkan program bedah rumah dari Pemerintah Kota Kupang.

Warga RT 40 yang sehari-hari bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya merasa tidak mampu untuk menyampaikan ungkapan terima kasih. Dia hanya menyampiakan pesan kepada Silas Bantaika sebagai Ketua RW untuk menyampaikan kepada Wali Kota.
“Bapak Yohanes Misa ini meminta saya untuk menyampaikan pesan kepada Bapak Wali. Lalu saya tanya, apa yang harus saya sampaikan pada pak Wali, Pak Yohanes bilang bahwa sampaikan kepada Pak Wali bahwa Jeriko itu adalah hadiah dari Tuhan untuk kami rakyat miskin yang hidup di bawah gubuk yang reot. Kami tidak pernah bermimpi untuk dapat tinggal di rumah tembok seperti saat ini. Ini hadiah yang luar biasa dan hanya terjadi bila seseorang pemimpin memiliki kasih yang luar biasa kepada rakyat yang dia pimpin. Terima kasih bapa Wali,” kata Silas Bantaika, Jumat (17/6/2022).

Silas Bantaika mengatakan, program bedah rumah itu benar-benar menolong masyarakat yang hidup dalam cengkaraman kemiskinan. Dia mengaku bahagia karena ada warganya yang pada kenyataan sehari-hari hidup susah dan telah memperoleh program bedah rumah. Semua warga sekitar, kata Silas, sangat bahagia melihat tetangga mereka, rumahnya dibedah oleh Pemerintah Kota Kupang.

Dia mengisahkan, Yohanes Misa adalah duda yang hidup bersama tiga orang anak. Istrinya sudah 13 tahun meninggal dan Yohanes memilih menjadi duda untuk membesarkan anaknya. Dengan pekerjaan sebagai buruh serabutan, Yohanes tidak pernah bermimpi rumahnya akan berubah menjadi rumah tembok.

Siang itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, datang langsung untuk menyerahkan kunci rumah kepada Yohanes Misa, di tengah panas Kota Kupang yang menyengat ubun-ubun. Maklum jarum jam sudah menunjukkan pukul 11:40 siang. Orang nomor satu di Kota Kupang yang akrab disapa Jeriko ini selalu datang memastikan kondisi rumah yang usai dibedah.

Siang itu Jeriko nampak tidak terlalu bersemangat. Rupanya dia sedang demam tinggi. Tapi demi pelayanan dan demi memastikan rakyat Kota mendapatkan rumah yang layak huni, dia lawan rasa deman yang sedang menyerang tubuhnya. “Ama beta lagi demam tinggi,” kata Jeriko sambil berbisik. Mukanya merah menahan demam.

Jeriko saat menyampaikan sambutan mengatakan bahwa dirinya hanyalah jembatan yang dipakai oleh Tuhan untuk bisa menolong warga Kota Kupang yang hidup dalam kesulitan. Sebagai jembatan dan penyalur berkat, kata Jeriko, dirinya berusaha untuk melayani dengan sepenuh hati hingga masa pengabdian berakhir. Sebagai manusia, kata Jeriko, dia tentu tak lepas dari kekurangan. Namun doa dari warga Kota selalu memberinya kekuatan dan kemampuan untuk memberi pelayanan terbaik yang mampu dia lakukan.

Dia juga mengakui bahwa saat ini ada 1004 rumah yang mendapatkan program bedah rumah. Jika Tuhan berkenan dan rakyat Kota Kupang masih mendukung, sebut Jeriko, program bedah rumah ini bisa dilanjutkan nanti jika dia terpilih lagi sebagai Wali Kota dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada November 2024 nanti.

“Bapa ibu, saya hanya jembatan yang dipakai oleh Tuhan untuk menolong warga Kota. Saya memiliki mimpi agar semua rumah yang tidak layak huni di Kota ini bisa kita bedah. Tapi karena kita terkendala dengan biaya serta waktu, maka dimasa saya menjabat hanya bisa membedah 1004 rumah. Saya berharap agar bantuan ini bisa benar-benar menolong warga Kota Kupang yang selama ini selalu berdoa pada Tuhan untuk pemulihan kondisinya. Doa dari bapa Yohanes Misa saat ini telah dijawab oleh Tuhan. Rumahnya telah selesai dibedah. Rumahnya, Pemkot Kupang yang bedah, sementara perabotan di dalam seperti tempat tidur, meja dan kursi itu adalah bantuan dari Ibu Hilda Riwu Kore Manafe sebagai ucapan terima kasih karena telah memilihnya menjadi Anggota DPD RI dari NTT,” kata Jeriko disambut tepuk tangan warga.

Usai menyampaikan sambutan, Jeriko akan menyerahkan kunci rumah lalu masuk kedalam untuk memastikan apakah kondfisi rumah dikerjakan dengan baik. Dia memeriksa tempat tidur serta kamar mandi. Di dalam rumah, Yohanes Misa tak mampu lagi menahan air mata. Dia tak mampu berkata-kata. Dia hanya bisa memeluk Wali Kota yang telah merubah pondoknya menjadi lebih baik. Dia merasa sebagai orang paling beruntung dari sekian yang berlum terjamah oleh bantuan pemerintah.

Di atas tempat tidur mereka, Jeriko memberi semangat kepada Putra dan Putri dari Yohanes. Jeriko bilang, kalian harus sekolah baik-baik dan jadi orang besar sehingga bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Tetap semangat dan tidak boleh menyerah.

Walikota Jeriko lalu pamit karena masih akan menyerahkan kunci rumah untuk warga RT 37, RW 12, Kelurahan Fatululi. Orang yang berutung disana dalah Bonefasius Minggu. Seorang tukang yang rumahnya memenuhi kriteria untuk dibedah.

Sebelumnya Jeriko sudah menyerahkan kunci untuk Halma Asgara. Lansia yang beralamat di RT 19, RW 04 Kelurahan Nunleu itu juga mendapatkan Program Bantuan Bedah Rumah dari Pemerintah Kota Kupang. (joey rihi ga/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments