Gereja Masih Renovasi, Umat Stasi Lamalera Tetap Antusias Ikuti Perayaan Trihari Suci

by -201 views

Umat di Pusat Paroki Lamalera mengikuti perayaan misa dibawah atap gereja yang sedang direnovasi.

LAMALERA, mediantt.com – Gereja induk Paroki St Petrus-Paulus Lamalera sejak pertengahan tahun lalu direnovasi, terutama pada bagian bubungan atap, yang berada persis di atas Altar atau panti Imam. Proses kerja masih sedang dilakukan. Bahan-bahan masih berserakan.

Meski demikian, umat paroki khususnya Stasi Lamalera, sangat antusias dalam doa yang khusyuk dan khidmat mengikuti semua rangkaian perayaan pekan suci, terutama selama Trihari Suci menjelang Paskah Tuhan, Minggu 17 April 2022.

Selama perayaan Pekan Suci itu, umat di pusat Paroki St Petrus-Paulus itu dilayani oleh Pastor tamu, yang adalah Rektor Seminari San Dominggo Hokeng, Romo Georgius Harian Lolan. Sementara pastor paroki melayani umat di stasi lainnya.

Kepada mediantt.com, Minggu (17/4), Frans Keraf, guru dan warga paroki Lamalera mengatakan, perayaan pekan suci hingga Paskah di pusat Paroki Lamalera, dipadati umat setempat dan dari luar, termasuk warga Lamalera diaspora yang pulang kampung untuk merayakan Paskah, setelah sua tahun alpa karena pandemi Covid-19.

“Walaupun rehabilitasi atap gedung gereja belum selesai secara sempurna tapi umat sangat antusias mengikuti perayaan Trihari Suci dengan khimad. Pada perayaan ekaristi Sabtu Santo malam, walaupun diguyur hujan tapi umat tetap bertahan dalam gereja dan mencari bagian yang aman untuk mengikuti upacara malam paskah dengan khusyuk,” kata Guru SMP di Mulankera, Lebala ini.

Mantan Guru SMPK APPIS ini juga mengatakan, sejak perayaan pekan suci pada Minggu Palma, yang dilanjutkan dengan Trihari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Aleluya), aparat kemanan dari Polri dan TNI selalu siaga menjaga keamanan selama umat merayakan ekaristi kudus.

Pesan iman yang disampaikan, menurut dia, bahwa peringatan Paskah menjadi momentum berubahnya manusia lama menjadi manusia baru atau manusia terang. Manusia yang tidak lagi mengurbankan darah anak domba sebagai persembahan, tetapi merayakan EKARISTI dengan Kurban Tubuh dan Darah Kristus sebagai penebus dosa, pendamaian, penguat kehidupan, penerang jalan, dan pemastian keselamatan. (frk/che)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments