Gubernur VBL Harap Bank NTT Harus Bisa Menjadi Bank UMKM Terkuat

by -147 views

Gubernur VBL foto bersama Direksi Bank NTT dan pelaku UMKM usai melaunching Festival Desa Binaan Bank NTT 2022.

KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Sebab, bank bermoto Melayani Lebih Sungguh itu adalah penyumbang kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan mampu berkolaborasi dengan semua pihak dalam rangka pemberdayaan pelaku UMKM di NTT.

Hal ini disampaikan Gubernur VBL saat melaunching Festival Desa Binaan Bank NTT, Festival PAD dan Program Ramai Skali Bank NTT tahun 2022 di Hotel Aston, Senin (2153/2022).

Gubernur Laiskoda mengatakan, saat ini banyak bank di negara maju seperti di Amerika telah melakukan ekspansi bisnis ke sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Beberapa bank sangat serius masuk ke sektor UMKM. Marketnya terbuka, dan bila disiapkan dengan benar, maka akan menjadi kekuatan utama dari bisnis perbankan yang ruang lingkupnya terbuka lebar,” kata mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini.

VBL juga mengatakan, khusus untuk wilayah NTT, hampir semua UMKM belum diberdayakan secara baik. “Sore hari ini, saya hadir di sini dan sangat bangga kepada Bank NTT dan seluruh jajaran, baik direksi, komisaris, pengurus, dan pimpinan Bank NTT yang terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk melahirkan produk-produk (UMKM, red) terbaik,” kata Gubernur Viktor.

Menurut dia, mimpi besar yang harus dicapai adalah suatu saat Bank NTT harus menjadi Bank UMKM terkuat di Nusa Tenggara Timur. “Ini kesempatan untuk Bank NTT. Sesungguhnya Bank ini didirikan oleh pendirinya untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun ekonomi masyarakat kita,” tegasnya.

Gubernur NTT mengakui bahwa program dan kerja keras yang dilaksanakan oleh Bank NTT dalam memberdayakan pelaku UMKM mulai memberikan dampak yang positif. Karena itu, politisi Partai NasDem ini meminta agar Festival Desa Binaan dan Festival PAD yang diselenggarakan oleh Bank NTT dapat menghasilkan produk unggulan yang punya kualitas premium.

“Jadi usahanya kecil, tapi produknya premium. Itu baru hebat. Jangan usahanya kecil, dan menghasilkan produk asal-asalan,” katanya.

Gubernur VBL berharap, Bank NTT sebagai pionir atau penggerak ekonomi masyarakat dalam membina UMKM, harus bisa menghasilkan produk yang menjadi identitas NTT dan juga identitas intelektual masyarakat NTT.

“Manusia harus punya cita rasa dan itu tergambar dalam setiap produk-produk yang kita hasilkan. Kita minum kelor dan alkohol harus punya cita rasa yang baik,” tandas Viktor Laiskodat.

Sementara Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya mengatakan, untuk menjawab potensi dan tantangan yang dihadapi oleh UMKM dan sebagian besar pelaku usaha di NTT, maka Bank NTT melakukan kolaborasi dengan semua stakeholder untuk membangun desa.

Menurut Dirut Bank NTT, kolaborasi membangun desa berhasil menciptakan beberapa terobosan. Karena itu, untuk menghasilkan usaha dan produk yang berkelanjutan dan memiliki kendali mutu yang baik, maka dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak.

“Pemerintah pusat lewat Kemenkumham memberikan perlindungan hukum terhadap setiap potensi dan produksi UMKM yang ada di NTT,” kata Dirut Alex Riwu Kaho.

Kemudian, Bank NTT juga bekerja sama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kupang. Dalam skema kerja sama ini, BPOM akan memberikan penguatan kendali mutu, sehingga produk UMKM yang masuk ke pasar domestik dan internasional terjamin dari sisi kesehatan.

Dirut Bank NTT juga menegaskan, Bank NTT telah membangun kerja sama dengan pihak Asuransi, OJK, BI, dan off taker. Lewat kerja sama ini, pelaku UMKM terus didorong untuk meningkatkan kapasitas produksi, sehingga mampu menjawab permintaan pasar dalam skala komersil dan spesifik.

“Mulai dari tahap pemilihan bahan baku, proses produksi, packaging, sampai pada manajemen kendali mutu harus melalui proses-proses yang dibangun bersama semua pihak,” ujar Dirut Alex Riwu Kaho.

Dia juga mengajak semua pelaku UMKM agar tidak saja membangun kapasitas usaha, tetapi juga harus berani berkontribusi bagi Nusa Tenggara Timur tercinta. “Kita harus membangun kesadaran untuk membayar berbagai retribusi, baik itu pajak untuk daerah maupun pajak untuk negara. Sehingga pada akhirnya proses-proses yang kita lakukan, bisa bermanfaat bagi daerah untuk peningkatan PAD,” tegasnya.

Dirut Bank NTT menambahkan, Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT tahun 2022 akan diikuti oleh 115 Desa di seluruh Provinsi NTT. Desa-desa ini akan diintervensi melalui sistem pembayaran, agar tercipta pasar-pasar yang modern di seluruh NTT. Bahkan, Bank NTT juga menyiapkan website GO NTT yang menjadi marketplace bagi seluruh UMKM binaan Bank NTT.

Pantauan media, selain Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho, hadir juga Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh, Direktur Dana Yohanis Landu Praing, Direktur TI dan Operasional Hilarius Minggu, Direktur Kepatuhan Christofel Adoe, Komisaris Independen Samuel Djo dan Frans Gana serta jajaran Kepala Divisi dan staf Bank NTT.

Wali Kota Kupang dan para Bupati se-NTT selaku pemegang saham,  umumnya mengikuti kegiatan ini via aplikasi Zoom Meeting. Acara launching Festival Desa Binaan Bank NTT, Festival PAD dan Program Ramai Skali berjalan lancar dan dalam protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Setiap tamu undangan diwajibkan menjalani rapid test antigen sebelum masuk ke dalam lokasi kegiatan. (kn/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments