Pemerintah Lembata Dukung Kehadiran Perguruan Tinggi

by -289 views

Bupati Thomas Ola menyerahkan rekomendasi pendirian Perguruan Tinggi di Lembata.

LEWOLEBA – Cita-cita memiliki Perguruan Tinggi di Lembata, segera terwujud. Hal itu ditandai dengan penyerahan rekomendasi pendirian Perguruan Tinggi di Lembata oleh Bupati Lembata, Dr Thomas Ola Langoday, pada puncak acara perayaan 7 Maret 2022 di Lewoleba.

Di hadapan ribuan orang saat penutupan Pekan Eksplorasi Budaya Sare Dame Lembata, Bupati Thomas menyerahkan rekomendasi. Rekomendasi Nomor BU.421/641/PEM/III/2022 itu ditandatangani langsung oleh bupati. Secara lengkap dokumen itu menyatakan bahwa Bupati Lembata memberikan rekomendasi kepada Yayasan Koker Niko Beeker untuk menyelenggarakan Pendidikan Tinggi di Lembata.

Dalam sambutannya, bupati berterima kasih kepada Yayasan Koker yang telah mendukung pemerintah dengan menghadirkan Perguruan Tinggi di Lewotana. Impian ini juga menjadi salah satu perjuangan sekaligus legacy yang mau ditinggalkan bupati sebelum mengakhiri masa jabatannya pada bulan Mei 2022.

Terhadap rekomendasi ini, Sekjen Yayasan Koker Nikolaus Hukulima, SE menyatakan kegembiraannya. “Momentum yang paling ditunggu. Ini adalah kerja bersama. Di satu pihak pemerintah mengharapkan keterlibatan masyarakat untuk berkontribusi dalam memfasilitasi Perguruan Tinggi di Lembata. Yayasan Koker berusaha menjawabi undangan ini,” katanya.

Selain itu, pria asal Desa Watuwawer Atakore yang pernah mendalami model Bank Grammen di Bangladesh yang dipimpin oleh Muhammad Yunus mengatakan, apa yang dilakukan oleh Yayasan Koker hanya mewujudkan apa yang menjadi nilai yang dihidupi selama ini. Koker sendiri mendasarkan perjuangan pada 5 K yaitu: Kejujuran, Komitmen, Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaborasi. “Semua hal itu dilaksanakan dengan tulus,” ujarnya.

Hukulima juga mengungkapkan, untuk sampai pada proses ini, banyak orang telah terlibat. Tidak sedikit orang yang telah menyatakan kesediaannya untuk membantu karena mereka tahu bahwa kehadiran perguruan tinggi sangat penting. Mereka menyisihkan waktu dan tenaga untuk membahas berbagai hal yang sangat diperlukan dalam proses pendirian ini. Kerja keras tidak sedikit akademisi untuk berkolaborasi dengan Yayasan Koker, menurutnya, akan menjadikan sebuah pekerjaan seberat apapun akan dapat terlaksana.

Terkait Gedung, Hukulima menambahkan, saat ini team arsitek yang dipimping oleh Blasius Boli Lejab sedang merampungkan disain Gedung 4 lantai. Boli Lejab, seorang developer yang bergerak di banyak pembangunan rumah di Jabodetabek sejak awal mengatakan bahwa demi Lembata, ia ingin berkontribusi terhadap gambar disain. Karena itu, prosentasi tertentu yang seharusnya diambil oleh arsitek, tidak akan diambilnya tetapi menjadi bagian dari kontribusinya.

Peran Pemda

Robert Bala, Ketua Yayasan Koker mengungkapkan, upaya pendirian Perguruan Tinggi ini sudah secara intens dilaksanakan sejak setahun terakhir. Ide awal disamapaikan saat peletakan Batu Pertama oleh Bupati Lembata pada Selas 13 September 2021. Saat itu bupati Thomas mengatakan bahwa rencaan pendirian gedung 3 lantai harus dipikirkan dapat menjadi awal dari Perguruan Tinggi karena hal itu sangat dirindukan masyarakat Lembata.

Menyambut itu, Yayasan Koker mengajak banyak lulusan S3 dari Lembata yang saat ini berjumlah lebih dari 30 orang. Dari undangan itu, beberapa doktor berkomitmen untuk membantu tanpa pamrih hanya agar perguruan tinggi itu bisa didirikan di Lembata.

Kerja keras tanpa henti itu awalnya dilakukan dengan Studi Kelayakan menganalisis bersama tentang kebutuhan di Lembata terutama dalam hal Prodi. Dari aneka anĂ¡lisis itu akhirnya diputuskan prodi mendesak yaitu: Perikanan, Pertanian, Pariwisata, Pendidikan, dan Teknik Informatika. Prodi ini kemudian ditetapkan menjadi 6 yaitu: Agrobisnis, Pengolahan Hasil Ikan, Teknik Informasi, Pendidikan Komputer, Pendidikan IPA, dan Kewirausahaan. Semuanya menjadi kebutuhan nyata di Lembata.

Dengan kehadiran Perguruan Tinggi ini, kata Robert, capital flow akibat keluarnya para lulusan SMA untuk kuliah di provinsi lain akan terbendung. Menurutnya kalau setiap tahun ada 1.000 saja mahasiswa yang keluar daerah (dari 2.500 lulusan SMA tiap tahu), dan masing-masing mahasiswa menghabiskan sekitar 30 juta per tahun, maka ada sekitar Rp 30 miliar yang bisa ditahan di Lembata. Hal itu sangat berarti untuk sebuah kabupaten dengan PAD kurang dari Rp 1 triliun, maka tambahan itu akan sangat bermanfaat.

Sementara itu, Robert Bala juga menjelaskan, dukungan eksekutif Lembata (Bupati) dan Legislatif (DPRD) dan masyarakat sangat besar. Di satu pihak, bupati terus memberi semangat kepada team agar terus menunjukkan progress dalam mempersiapkan perguruan tinggi ini. Dalam zoom bersama, bupati mengungkapkan harapan dan terus mendorong team untuk terus bekerja membuat studi kelayakan.

Ketua DPRD Lembata Pieter Gero juga sangat proaktif. Gero sendiri mengatakan bahwa ia merupakan produk dari Perguruan Tinggi yang pernah ada di Lembata (Unwira) sehingga ia bisa menamatkan pendidikan tingginya. Karena itu, ia bertekad memberikan dukungan sejauh ada dalam kapasitasnya sebagai Ketua di Peten Ina agar ide besar ini segera terwujud.

Pada sisinya, Frans Gewura, wakil Ketua DPRD Lembata juga mengungkapkan dukungannya yang sangat besar agar segera terwujud. Menyinggung kontribusi pemda dalam menyediakan lokasi, Gewura menyatakan bahwa Pemda harus mendukung karena pendidikan adalah wewenang pemerintah sehingga perlu mendukung inisiatif swasta.

Doktor Lembata Siap Bantu

Dr Wilem Ola Rongan sebagai ketua team pendirian perguruan tinggi di Lembata mengatakan, Yayasan Koker berada pada langkah maraton untuk mewujudkan hal ini. Setelah mendapatkan rekomendasi maka Yayasan Koker akan segera mengajukan usulan ke Dikti. Proses itu membutuhkan beberapa bulan.

Untuk pengusulan ini, maka lulusan terbaik dari Fakultas Agrobisnis dari The University of the Philippines mengatakan, untuk mengajukan prodi, sangat dibutuhkan tenga dosen. Pria asal Lamahora ini mengungkapkan bahwa sampai saat ini sejak diumumkan melalui media sudah belasan orang yang telah melamar menjadi tenaga dosen. Antusiasme seperti ini sangat positif. Lowonga tenaga dosen masih terus dibukan hingga bulan Mei 2022.

Wilem yang saat ini Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP Widya Yuwana Madiun) mengatakan , tidak hanya calon dosen, banyak dosen asal Lembata dan Flotim yang ingin membantu. Meski saat ini mereka menjadi dosen di Perguruan Tinggi di luar Jawa, tetapi mereka sangat bersedia menjadi dosen tidak tetap bila dibutuhkan.

Mereka itu adalah Dr Yoseph Yapi Taum, Dr Baslus Redan Werang, Dr Anton Ali Wutun, dan Dr. Agustinus Gergorius Raja Dasion, SS. MA, Drs Agustinus Gereda, M.Hum. Semua mereka akan bergabung menjadi dosen tetap maupun tidak tetap.

Pada bagiannya, Dr Hipolitus Kewuel mengatakan bahwa Perguruan Tinggi yang didirikan akan memiliki Pusat Kajian. Pusat Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pembanguann di NTT. Pusat kajian ini, menurut pria asal Uror akan memberikan pemikiran positif dalam pembanguan Lembata ke depannya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Dr Damianus Dai Koban, M.Pd. Dami lulusan doktor Universitas Negeri Jakarta mengatakan, dari sisi keahliannya, ia akan berkontribusi terhadap persiapan mahasiswa dalam bidang IPA. Pengetahuan ini akan sangat korelatif dengan Prodi lain dalam menyiapkan tenaga terampil di Lembata. Dami mengatakan, IPA yang menjadi bidangnya akan berkorelasi dengan Prodi kewirausahaan, pengolahan hasil ikan, pengolahan hasil pertanian sehingga semuanya bergerak dalam irama yang sama.

Menanggapi antusiasme di atas, Anton Dolet Tolok seorang pensiuan guru menyatakan bahwa ide yang bagus ini harus didukung oleh pemerintah. Anton yakin bahwa baik eksekutif maupun legislatif akan mendukung kalau dibutuhkan lahan/tanah untuk pendirian Perguruan Tinggi ini.

“Kalau Perguruan Tinggi ada di Lembata maka ratuan anak bisa kuliah di Lembata. Kalau kuliah di Lembata maka kita bisa menjaga agar uang itu tidak keluar Lembata tetapi diinvestasiakn di Lembata,” katanya. (*/che)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments