Prodi Musik dan Bahasa Inggris Unwira Hasilkan Video Tutorial Ordinarium

by -262 views

Penyerahan video tutorial Ordinarium kepada Pastor Paroki RD Simon Tamelab.

Dalam gereja Katolik, menyanyi adalah bagian integral sekaligus sesuatu yang tidak bisa terpisahkan dari ibadah. Ada pepata Latin yang berbunyi “Qui bene cantat bis orat” yang berarti: siapa yang bernyanyi dengan baik, sama dengan berdoa dua kali. Bernyanyi adalah ungkapan doa yang nilainya dua kali lebih besar dari doa yang didaraskan.

Karena itu lagu-lagu yang digunakan untuk memuji dan memuliakan Tuhan seyogyanya dinyanyikan dengan baik sesuai dengan nada-nada yang sudah ditetapkan oleh pengarangnya.

Menyadari kelemahan umat dalam bernyanyi, tim kolaboratif Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari dosen-dosen Program Studi Pendidikan Musik dan Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandira, berinisitif membantu masyarakat mengatasi persoalan tersebut.

Sebagaimna rilis yang disampaikan Dosen FISIP Unwira, Mikhael Rajamua Bataona, Kegiatan ini dimulai pada bulan September 2021. Di mana, tim terlebih dahulu turun lapangan untuk bertemu engurus gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Kolhua. Mereka mendiskusikan tentang seperti apa bantuan tersebut. Dari situ diputuskan bahwa dosen-dosen Unwira akan membantu membuat sebuah video tutorial yang bisa membantu umat paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua untuk belajar tentang bagaimana bernyanyi secara benar. Artinya, dengan video tutorial tersebut, umat dapat belajar untuk bisa menyanyikan lagu-lagu ordinarium gaya dolo-dolo yang terdapat dalam buku Mada Bhakti, secara baik dan benar.

Tim kolaboratif ini sekaligus menjalankan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang telah menjadi agenda wajib bagi para dosen di Unwira. PKM ini umumnya untuk membantu masyarakat dan lebih dipermudah dalam aktivitas mereka. Jadi, para dosen Unwira murni membantu masyarakat dan umat tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. PKM sendiri telah menjadi salah satu bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehingga sudah menjadi agenda wajib yang harus dijalankan oleh para dosen Unwira.

Tim PKM kolaboratif prodi Musik dan Bahasa Inggris ini diketuai oleh Maria Klara Amarilis Citra Sinta Dewi Tukan, S.Sn, M.Sn, beranggotakan Drs. Agustinus Beda Ama, S.Sn, M.Si, Paskalis Romanus Langgu, S.Sn, MS, Agustinus Renaldus Afoan Elu, M.Pd, dan Dr. Elvis Albertus Bin Toni, S.Pd, MA.

Tim ini telah mengidentifikasi masalah utama dalam bernyanyi, terutama lagu-lagu yang diambil dari Mada Bhakti adalah ketidaktepatan pada aksen dan ritme lagu saat dinyanyikan.

“Jadi ada banyak contoh kesalahan yang sering dijumpai ketika umat menyanyikan lagu-lagu ordinarium motif dolo-dolo. Berdasarkan hasil diskusi kami dengan mitra PKM, Paroki St. Fransiskus Asisi di BTN-Kota Kupang misalnya, diketahui bahwa lagu ordinarium motif dolo-dolo yang terdapat dalam buku Madah Bhakti sudah menjadi lagu yang “mengumat”, namun pada kenyataannya sering dijumpai ketidaktepatan pada aksen dan ritmenya ketika dinyanyikan”, kata Ketua Tim PKM ibu Sinta Dewi Tukan.

Menurut dosen prodi musik ini, aksen merupakan penekanan bunyi yang diberikan dalam suatu lagu yang terkadang menandai perubahan suatu pola baik itu ritme, harmoni, ataupun melodi. Dalam menyanyikan lagu ordinarium motif dolo-dolo, aksen dolo-dolo sering terabaikan atau dilakukan secara keliru sehingga nyanyian lagu ordinarium tersebut menjadi kehilangan ciri khasnya. Sedangkan ritme (irama), sebagaimana yang digariskan dalam ilmu musik, merupakan gerakan yang teratur mengalir karena munculnya aksen secara tetap. Akibatnya adalah, ketika terjadi kesalahan dalam memberikan aksen pada lagu ordinarium motif dolo-dolo, akan berimbas juga pada kesalahan menentukan ritme dari lagu-lagu tersebut.

Karena itu, tim PKM Unwira lalu membantu umat St. Fransiskus Asisi dengan membuatkan sebuah video tutorial. Adapun sejumlah kegiatan yang dilakukan tim ini, sebagaimana dijelaskan oleh ketua dan para anggota tim adalah, dalam menghasilkan video tutorial tersebut, tim harus melewati beberapa tahapan. Di antaranya adalah: perancangan konsep, menulis ulang partitur lagu untuk setiap lagu sesuai kebutuhan video, latihan vokal untuk masing-masing suara menggunakan solmisasi, latihan vokal untuk suara gabungan menggunakan solmisasi, latihan iringan musik, latihan vokal untuk masing-masing suara menggunakan syair, latihan vokal untuk suara gabungan menggunakan syair, latihan bersama tim pengiring, perekaman audio (iringan), perekaman audio (vokal), perekaman gambar (video), dan pengeditan dan penyelesaian video akhir.

Menurut anggota tim Elvis Bin Toni, kegiatan ini dimulai pada 22 September 2021 dan berakhir dengan acara penyerahan hasil kepada Romo Pastor Paroki, RD Simon Tamelab pada tanggal 22 Januari 2022.
Harapan tim pengabdi adalah semoga ke depan, umat paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua dapat menyanyikan lagu-lagu ordinarium gaya dolo-dolo tersebut dengan baik dan benar. Semuanya itu bisa dipelajari dalam video tutorial dari para dosen Unwira tersebut. (jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments