SMK Katolik Nenuk Rayakan Pesta Sto Yosef Freinademetz dalam Cinta

by -179 views

SMK Katolik Nenuk Rayakan Pesta Sto Yosef Freinademetz dalam ekaristi kudus.

ATAMBUA, mediantt.com – Puncak perayaan pesta Santo Yosef Freinademetz dirayakan keluarga besar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Santo Yosef Nenuk pada Sabtu (29/02/22) dengan mengadakan perayaan ekaristi kudus bersama.

Thema yang diusung dalam perayaan ini yakni “Cinta Adalah Satu-Satunya Bahasa Universal Yang Bisa Di Mengerti Oleh Semua Orang.”

Perayaan misa syukur yang dimulai pada pukul 11.00 wita ini berlangsung di aula sekolah dipimpin Rektor Komunitas St. Yosef Freinademetz Nenuk, Pater Lukas Lui Uran, SVD dan 3 rekan Imam konselebran lainnya diantaranya Pater Petrus Dile Bataona, SVD, Pater Andre Melo, SVD dan Pater Joanes Lewar, SVD.

Acara syukuran pesta yang hikmat dan meriah ini diiringi musik dan koor dari siswa-siswi kelas XII SMK Katolik St.Yosef Nenuk.

Di awal pembukaan misa, Pater Rektor mengajak seluruh keluarga besar SMK Katolik St.Yosef Nenuk untuk meneladani kehidupan Santo Yosef Freinademetz. “Semoga semangat kesederhanaan, semangat doa, kerja keras dan kerendahan hati dalam Santo Yosef Freinademetz menjadi penyemangat dalam melayani di tempat kita diutus khususnya di SMK Katolik St.Yosef Nenuk ini,” ajak Pater Lukas.

Sementara itu dalam homilinya, Kepsek SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD mengatakan, tanggal 29 Januari ditetapkan sebagai hari Societas Verbi Divini (Serikat Sabda Allah) yang disingkat SVD sedunia.

Sesuai namanya SVD sangat peduli kepada Sabda Tuhan dan membuka dirinya terhadap siapa saja seperti yang telah dilakukan oleh misinonaris sulung SVD, Santo Yosef Freinademetz di China.

“Kepribadiannya yang menarik, sifatnya yang rendah hati, rajin, sederhana dan berkemauan keras membuat dia sangat dicintai oleh umatnya baik yang dewasa maupun anak anak. Semuanya itu sungguh memudahkan dia dalam karya pewartaannya di negara China,” kata Pater Dile.

Titik awal sentuhan St.Yosef Freinademetz tentang pembentukan paguyuban-paguyuban awam di SVD. “Karena itu saya mengajak bapak-ibu semuanya untuk menjadi SVD awam” pinta Pater Piter.

Kemudian dari sudut pandang berbeda, dalam khotbahnya dia mengundang 2 orang guru tampil ke depan memberikan kesaksian mengikuti triduum Santo Yosef Freinademetz.

Hendrikus Eres, S.Pd guru senior di SMK Katolik St.Yosef Nenuk ini pun memberikan kesaksian. Menurut dia, selama 3 hari mengikuti triduum ada 3 hal penting yang patut diteladani dari Santo Yosef Freinademetz diantaranya cinta, salib dan doa.

“Ketiga hal ini saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Saya betul mengalami dan merasakan dan ini bukan teori tapi kesaksian hidup saya, ungkap Eres.

“Bagi saya, doa adalah bagian kebutuhan hidup. Doa itu ekspresi dari cinta” tambah dia.

Sementara itu Klara Koli, ST hampir senada dengan apa yang dikatakan oleh Wakasek Kurikulum SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Hendrikus Eres, S.Pd.

Menurut Klara, ada 4 hal yang diperoleh selama mengikuti triduum hingga puncak perayaan St.Yosef Freinademetz diantaranya doa, kesetiaan, tulus dan cinta.

Lebih jauh Pater Piter mengungkapkan dalam bacaan pertama Allah begitu cinta kepada manusia dan kasih-Nya sungguh menghidupkan umat manusia. Sementara bacaan Injil lebih kepada pengalaman cinta Yesus dengan para murid-Nya.

“Para murid yang terombang-ambing dan putus asa akhirnya menemukan tujuan hidup melalui cinta Yesus yang tak terbatas. Begitu pun dengan komunitas dan lembaga pendidikan SMK Katolik St.Yosef Nenuk ini,” katanya.

Pangalaman awal komunitas baru terbentuk mulanya sulit. Meski masih terombang ambing namun komunitas ini harus maju, melaju sampai tujuan.

Percaya pada penyertaan kasih Tuhan Yesus dan bersama doa Santo Yosef Freinademetz sebagai pelindung Komunitas akan selalu mengawal dan menyertai komunitas ini.

“Kita harus tetap teguh pada iman. Tuhan yang jadi kekuatan dan penyertaan St.Yosef freindametz pasti selalu kawal kita. Biduk ini baru berlayar, sasaran masih jauh. Meski terombang-ambing di titik awal ini, bersama Tuhan tidak ada yang mustahil,” tegas Pater Piter.

Mewakili Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus Janssen (Aryos) Nenuk, Pater Andre Melo, SVD mengatakan dengan meneladani St.Yosef Freinademetz, kita diharapkan memberikan diri yang tulus tanpa kemelekatan dan berjuang atas dasar kehendak Allah.

“Kita terus berbuat kebaikan, karena
cinta ada dasar perbuatan dan tindakan kita,” ungkap Sekertaris Yayasan Aryos Nenuk ini.

Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan ramah tamah, makan bersama dan pengumuman hasil juara perlombaan.

Untuk diketahui, sebagai juara I Umum diraih Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Juara II umum sabet jurusan Desain Pemodelan dan informasi Bangunan (DPIB) sementara itu juara III umum diperoleh jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). (agus kefi)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments