RSUD Kupang Ditetapkan Jadi Rumah Sakit Jejaring Rujukan Kardiovaskuler

by -149 views

Gubernur VBL beraudiennsi dengan Tim dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta, Senin (6/12).

KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima audiens Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bersama tim, terkait penetapan RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang jadi RS Jejaring Rujukan Kardiovaskuler atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah NTT, kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan yang telah menetapkan kebijakan standar pelayanan terpadu dalam penanganan Kardiovaskuler. Tentunya segala administrasi yang perlu kami lengkapi, dipastikan hari ini dapat diselesaikan,” kata Gubernur VBL.

Dia mengatakan, ke depan Rumah Sakit di NTT akan didesain dengan perspektif pariwisata. Sebagaimana di Kota Kupang, setelah RS yang sementara pembangunan sampai pada tahapan finishing dan melakukan pelayanan, maka RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang akan didesain dengan perspektif pariwisata.

Gubernur VBL juga mengatakan, harapan terkait pemenuhan fasilitas kesehatan di NTT dan makna pelayanan kesehatan sebagaimana yang diungkapkan oleh Mantan Gubernur NTT, Ben Mboi.

“Saya berharap, kedepan NTT memiliki Rumah Sakit Jantung dan Ginjal dengan perspektif pariwisata, dikarenakan penyakit jantung merupakan jenis penyakit membunuh nomor satu di dunia dan orang NTT banyak mengkonsumsi air kapur sehingga potensi gangguan pasti tinggi. Sehingga RS perlu kita siapkan dan kebijakan pemerintah dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat di kabupaten/kota,” jelas VBL.

“Dalam mengatasi 50 persen kesehatan pasien, dia mengutip apa yang disampaikan alm dr Ben Mboi kepada saya : Viktor, pasien itu bisa 50 persen sembuh manakala dokternya ramah dan rumah sakitnya bagus,” tambah Gubernur VBL.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dr. dr. Iwan Da Kota, SPGJP mengungkapkan
komitmenya dalam menindaklanjuti kebijakan Kementrian Kesehatan terkait dengan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK. 01.07./MENKES/7128/2020 tanggal 24 November 2020 tentang status RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang sebagai RS Jejaring Rujukan Kardiovaskuler.

“Saya bersama teman-teman, merupakan tim pengampu jejaring jantung seluruh Indonesia, terdapat 54 Rumah Sakit di seluruh Indonesia di 34 provinsi. Kami melakukan pembinaan dan pelayanan, dalam persiapan dua tahun ke depan harus sudah sesuai standar pelayanan pasien Jantung sesuai standar di RS. Harapan Kita,” ungkap Dirut Iwan.

“Kami terima kasih, Pak Gubernur responnya sangat positif. Estimasi kami pasti NTT bakalan lebih cepat pengembangannya, sehingga masyarakat segera mendapat pelayanan yang baik, baik dari sisi tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan pendukung lainnya,” katanya.

Direktur RSUD Kupang, Mindo Sinaga saat diwawancarai mengatakan, direktif dan arahan yang disampaikan oleh Gubernur dalam bentuk penugasan, pastinya akan dilaksanakan, baik itu secara lisan maupun tertulis.

“Tadi saat audiens, bapak gubernur sudah menugaskan khusus kepada kami, sehingga kami menunggu hasil visitasi dari tim tersebut dalam bentuk rekomendasi. Ini menjadi acuan bagi kami dalam menyiapkan SDM, fasilitas kesehatan dan pendukung lainnya di tahun 2022 dan tahun 2023, gedung dan pelayanannya diharapkan sudah bisa beroperasi,” kata Mindo. (*/st)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments