DPRD NTT Minta Polda Gunakan Alat Tes Kebohongan Ungkap Keterangan Randy

by -1,342 views

Dr Inche Sayuna

KUPANG, mediantt.com – Setelah ada atensi hukum dari Komisi III DPR RI, DPRD NTT pun memberi perhatian atas kisah tragis pembunuhan terhadap Astri (30) dan anaknya Lael (1). Wakil Ketua DPRD NTT, Dr Inche Sayuna, malah meminta penyidik Polda untuk menggunakan alat tes kebohongan dalam menguji keterangan Randy Bajide, tersangka pembunuhan sadis itu.

Dalam rilisnya kepada wartawan Minggu (5/11), Dr Inche mengatakan, saat ini aparat kepolisian Polda NTT sudah harus bekerja lebih keras lagi dalam menginterogasi tersangka pembunuhan untuk mengungkap motif pembunuhan dan mendalami siapa-siapa yang ikut terlibat dalam kejahatan ini.

“Bila perlu polisi dapat menggunakan kecanggihan teknologi yang ada untuk mengungkapkan kasus ini secara benderang. Misalnya pembacaan CDRI (call data record information) dan juga alat tes kebohongan (lie detector) untuk dapat dipakai mengetes keterangan yang bersangkutan, termasuk juga kepada subyek subyek lain yang juga diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut,” kata politisi Golkar ini.

Menurut dia, kasus pembunuhan Ibu (Astri) dan anak (Lael) di Kupang telah menemui titik terang dengan penyerahan diri Randy pada Kamis 2 Desember lalu. Bagi dia, kasus ini cukup menyita perhatian publik karena selain merupakan pembunuhan yang sadis dan mengerikan, juga karena aparat kepolisian dinilai sangat lamban dalam menemukan pelaku kejahatan sadis ini.

“Sebagai seorang ibu, saya mengutuk perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka. Ini kejahatan yang sangat sadis dan mengerikan karena dilakukan terhadap seorang perempuan dan anak dibawah umur dan pelaku kejahatannya diduga orang dekat yang memiliki hubungan yang dalam dengan korban. Kita menaruh harapan agar seluruh aparat dapat bekerja secara profesional dalam mengungkap kasus ini dan mempersangkakan pasal berlapis. Karena selain pembunuhan berencana juga melibatkan anak dibawah umur,” tandas Sekretaris Golkar NTT ini.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Bidang Hukum dan HAM, Sari Yuliati mendesak Polda NTT mengusut tuntas dan adil kasus sadis yang menyita perhatian luas ini. Polda NTT juga diminta mendalami pelaku lain selain Randy, yang telah menyerahkan diri ke Polda NTT Kamis (2/12) lalu.

“Komisi III DPR RI sangat memberi perhatian pada kasus pembunuhan ibu dan anak ini. Dan mendesak Polda NTT segera mengungkap tuntas kasus pembunuhan ini secara terang benderang,” kata Sari Yuliati kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/12).

Menurut dia, kasus pembunuhan Astri (30) dan Lael (1) tidak boleh berhenti walaupun Randy Badjideh telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia malah mendorong kepolisian Polda NTT mendalami motif terduga pelaku, Randy, yang menyerahkan diri pada Kamis (2/12).

“Polda NTT agar mengungkap kasus ini dengan seterang-terangnya dan menuntaskan dengan seadil-adilnya. Perlu pula didalami kemungkinan adanya pelaku lain serta motif yang mendasari,” tegas politisi Golkar itu.

Sebagai anggota DPR RI bidang hukum, Sari merasa terpanggil untuk mengikuti kasus ini. Ia menyatakan, sebagai wakil rakyat dan perempuan merasa sangat sedih terjadinya kasus yang menimpa seorang ibu beserta anaknya. (jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments