Petrus Nahak, Sarjana Teknik yang Malah Merangkai Politik

by -448 views

Petrus Nahak dan keluarga

TAMPANGNYA agak sangar tapi hatinya lembut. Dia juga amat tegar meniti jalan hidupnya. Mulai dari bawah dia merangkak perlahan hingga mencapai posisi saat ini; politisi dan anggota DPRD Kabupaten Malaka periode 2019-2024.

Publik Malaka tentu mengenal sosok Petrus Nahak, ST. Pria kelahiran Hanemasin 21 Februari 1976 ini mulai terlibat politik sejak tahun 2018 bersama Partai Golkar. Sebelum menjatuhkan pilihan politik ke Golkar, lulusan SDK Weakar (1983-1989) telah malang melintang di dunia usaha dan konstruksi.

Selama mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi pada Universitas Widya Mataram Yogyakarta tahun 1997-2002, alumni STMK St Yosef Nenuk (1992-1995) ini menduduki sejumlah jabatan strategis di organisasi intra kampus tersebut. Mulai dari Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Industri (1999-2000), Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik (2000-2001) dan terakhir Ketua UKM Persekutuan Mahasiswa Kristiani “Paskah” Universitas Widya Mataram Yogyakarta (2000-2002).

Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu di Kota Gudeg Yogya itu, alumni SMP Sabar Subur St Thomas Aquinas Betun (1989-1992) ini, mengadu nasib ke Jakarta. Di ibukota negara itu Petrus Nahak bekerja sebagai Asisten Store Manager pada Ramayana Mall Cijantung selama tiga tahun; 2003-2006. Dari situ dia beralih bekerja di Perusahaan Konstruksi (2006-2009).

Tapi rupanya Jakarta tidak membuat nyaman suami dari Rosalinda Igniosa Akoit, SKM, dan ayah dua putri ini. Dia lalu memutuskan kembali ke kampung halaman dan menjadi Fasilitator Kecamatan Pemberdayaan PNPM MP di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tahun 2009-2016.

Kapan terjun ke politik? “Saya sudah mulai bergabung dengan Partai Golkar tahun 2018. Dan pada Pemilu Legislatif 2019, saya ikut menjadi caleg di Dapil 2 Malaka dan Puji Tuhan terpilih menjadi anggota DPRD Malaka periode 2019-2024,” kata Ketua Badan Saksi DPD II Golkar Malaka ini.

Bagi Petrus Nahak, politik itu seni dalam hidup bermasyarakat. Artinya, pembangunan itu berawal dari bersama masyarakat melihat potensi masalah, mengatasi masalah, merencanakan dan membangun dari desa.

Karena itu, ketika namanya masuk dalam penjaringan bakal calon wakil bupati Malaka tahun 2024, Petrus yang tergolong milenial di Golkar Malaka ini hanya bisa menyatakan syukur dan terima kasih

“Saya secara pribadi dan keluarga bersyukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Partai Golkar kepada saya untuk masuk juga dalam daftar bursa Balon Wabup Malaka. Terima kasih berlimpah juga kepada Ketua DPD II Partai Golkar Malaka Bapak Adrianus Bria Seran, SH dan Ketua DPD I Partai Golkar NTT Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena,” kata Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD II Golkar Malaka ini.

Harapannya sederhana saja, pembangunan di Rai Malaka akan lebih maju dan bermartabat dalam spirit “Pertanian Maju, Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Masyarakat Sejahtera”. (josh diaz)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments