Bank NTT Bebaskan Petani Kopi Colol dari Rentenir, Hadir Pula Lopo DiaBisa

by -187 views

Gubernur NTT Resmikan Bumdes Poco Nembu Desa Colol, Minggu (23/5/2021).

BORONG – Para petani kopi di Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, mengaku terbebaskan dari jeratan rentenir yang kerap menerapkan sistem jual beli ijon. Mereka mengaku terbantu dengan hadirnya Bank NTT hingga ke pelosok desa yang memberikan kemudahan layanan dalam pemberian kredit permodalan.

“Kami para petani kopi di sini sangat terbantu dengan layanan dari Bank NTT sejak tahun 2018, sehingga kami bisa bebas dari rentenir. Sebelum ada Bank NTT di sini, kami terpaksa mengikuti kemauan para rentenir yang menerapkan sistem ijon,” sebut Kepala Desa Colol Valen Tombor, ketika kunjungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho di Colol, Sabtu (22/5/2021) hingga Minggu (23/5/2021).

Kades Valen menjelaskan, para petani kopi di wilayahnya selama ini bisa menghasilkan kopi mencapai 600 ton per tahun. Namun keterbatasan modal dan akses pasar serta kebutuhan hidup lainnya yang melilit sehingga mereka kadang pasrah pada rentenir. Ia mengaku bersyukur setelah Bank NTT melakukan ekspansi dengan memberikan aneka kemudahan pinjaman modal bagi para petani.

Gubernur Laiskodat dan Dirut Bank NTT beserta rombongan memilih untuk menginap di Desa Colol untuk melihat dari dekat dan merasakan langsung kehidupan masyarakat dan kebutuhan mendesak dari warga yang harus segera diselesaikan.

Gubernur Laiskodat usai menyaksikan penyerahan sejumlah bantuan dan layanan kemudahan Bank NTT untuk warga mengatakan, bakal memperjuangkan kopi Colol menjadi kopi utama yang dijual di hotel-hotel berbintang restoran besar di Labuan Bajo dan NTT pada umumnya.

Salah satu pendiri partai NasDem itu meminta Bank NTT harus berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores untuk membuka toko kopi digital sehingga kopi Colol bisa dijual secara digital. “Toko kopi digital ini akan mempermudah pemasaran berbagai jenis kopi Colol yang telah dikemas dalam bentuk saset. Kita kini hidup di dunia digital jadi promosi dan marketing kita harus dilakukan secara digital. Bank NTT sudah memfasilitasi BumDes Colol untuk membuat kopi saset digitalisasi pajak, maka proses untuk marketing kopi Cocol juga segera dikemas dalam bentuk digital,” sebut Gubernur Laiskodat.

Disebutkan Gubernur Laiskodat, dengan adanya platfform digital dari pemasaran kopi Colol maka hasil dari Colol akan dengan mudah menembus pasar dunia. “Kita akan beri nama Toko Colol, pas dibuka semua jenis kopi yang ada di Kawasan Colol ada di situ, dan bisa diakses oleh semua orang di muka bumi ini. Meskipun barang kita lokal, tetapi kita akan memiliki pasar global, itu prinsip digitalisasi marketing,” katanya.

Resmikan Lopo DiaBisa

Gubernur Viktor juga mersemikan Lopo DiaBisa Bumdes Poco Nembu, Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur. “Terima kasih kepada Bank NTT yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat di desa-desa dengan berbagai terobosan yang dilakukan. Saya harap agar masyarakat terus diberikan bantuan dan pendampingan agar perekonomian bisa terus tumbuh,” sebut Gubernur Laiskodat.

Gubernur Laiskodat mengharapkan, dengan diresmikannya Lopo DiaBisa BumDes Poco Nembu, Desa Colol, dapat berguna bagi masyarakat desa dan berkembang terus dan akan menjadi kekuatan penyangga ekonomi di desa.

Sejumlah kemudahan dapat diperoleh bagi warga dengan memanfaatkan Lopo DiaBisa Bank NTT yaitu pembayaran tagihan telepon dan internet, pembayaran TV Berlangganan, Pembayaran Listrik, Pembayaran BPJS Kesehatan, Pembayaran Universitas atau Yayasan, Pembayaran PDAM, dan Pembayaran Pajak.

Berbagai produk dan inovasi program dari Bank NTT diperuntukkan juga bagi warga desa Colol diantaranya, Bank NTT menyerahkan bukti pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual di Kemenkumham RI kepada Bupati Manggarai Timur Agas Andereas oleh Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Juga penyerahan bukti pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Mereke di Kemenkumham RI, dan penyerahan kredit investasi pembelian mesin kemasan kopi untuk BumDes Poco Nembu Desa Colol sejumlah Rp 140 juta. Selain itu, bantuan sosial kepada Bumdes Poco Nembu dari Gubernur NTT yang diserahkan oleh staf khsus Gubernur, Pius Rengka sebesar Rp 25 juta.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, merek merupakan wujud karya intelektual manusia yang dilindungi oleh Undang-undang di Indonesia. “Sebagai bentuk sinergitas Bank NTT dengan Instansi Pemerintah dalam Standarisasi Produk, Bank NTT memberikan fasilitas pendaftaran merek bagi pelaku UMKM Binaan atau Debitur Bank NTT dengan tujuan mulia agar setiap pelaku UMKM mendapatkan perlindungan hukum,” sebut Dirut Alex.

Ia menambahkan, selain itu pendaftaran mereka itu juga memotivasi untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa serta pengembangan bisnis ke skala yang lebih baik di tingkat Nasional bahkan Internasional.

Dijelaskan Dirut Alex, Pendaftaran Kekayaan Intelektual Merek Program Festival Desa Binaan Bank NTT, merupakan implementasi Bank NTT mendukung Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam mengentaskan kemiskinan di NTT. Hal itu dilakukan dengan mendesain pembinaan di masyarakat desa berupa peningkatan literasi keuangan, pelatihan dan pendampingan masyarakat Desa yang ada di NTT.

“Pencatatan history atau sejarah desa dibuat modern dalam bentuk QR Code, serta seluruh transaksi pembayaran produk dan jasa menggunakan fasilitas pembayaran Non Tunai. Program ini membentuk sebuah desa yang mandiri, sejahtera dan berprestasi berbasis Desa Wisata, Digital dan Modern,” katanya. (*/dodi/st)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments