Internet Cepat Otomatis Menambah Daya Saing Masyarakat di Tapal Batas

by -528 views

Dionisius Ulan

KEFAMENANU, mediantt.com – Kebijakan internet cepat yang digagas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, juga bakal menambah daya saing masyarakat di daerah perbatasan seperti TTU, Belu dan Malaka, untuk meningkatkan taraf hidupnya terutama perekonomian secara digital.

“Pada prinsipnya, sebagai anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten TTU, kita patut apresiasi dan sambut baik wacana pembangunan akses internet cepat sebagaimana yang dicanangkan oleh Menko Perekonomian RI, Bpk Airlangga Hartanto. Karena sangat berguna bagi masyarakat di daerah perbatasan,” kata Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD TTU, Dionisius Ulan kepada mediantt.com, Senin (29/3).

Angota dewan yang baru dilantik menggantikan Amandus Nahas ini mengatakan, pembangunan internet cepat guna mengakses informasi, sangat relevan bagi NTT, khususnya di TTU, Belu dan Malaka, yang adalah wajah depan negara di tapal batas.

Menurut politisi yang biasa disapa Raider ini, wajah Indonesia akan tercermin di tapal batas jika akses internet cepat sudah terpenuhi. “Kalau internet cepat saja tidak dipenuhi di wilayah perbatasan, bagaimana mungkin kita mau tingkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, lanjut dia, dengan terpenuhinya akses internet cepat, maka otomatis akan menambah daya saing masyarakat untuk terus meningkatkan ekonomi.

“Saya berharap dengan adanya akses jaringan internet cepat ini masyarakat TTU menggunakan dengan baik demi kemajuan dan kemakmurannya ke depan yang lebih baik,” imbuh Raider.

Koleganya Agustinus Tulasi, SH, juga mengatakan, TTU, Belu dan Malaka secara topografis wilayah, berbatasan langsung dengan Timor Leste. “D sini ada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yakni Motaain, Motamasin, Wini tambah Napan. Sehingga akses internet cepat bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih maju,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD TTU ini.

Apalagi, sebut dia, TTU memiliki pelabuhan bongkar muat barang dan penumpang, Belu juga ada pelabuhan Atapupu dan Malaka juga ada pelabuhan. “Nah, ini menjadi modal besar Indonesia menjadikan pinggiran selatan Indonesia sebagai otorita baru,” kata anggota dewan dua periode ini.

Untuk diketahui, Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan pada konektivitas, termasuk internet, terutama di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Karena itu, menurut Ketum Golkar ini, akan diprioritaskan pembangunan akses internet cepat guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Airlangga menjelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memang memiliki tantangan pada konektivitas. Sehingga, menurutnya, hal tersebut harus ditangani secara khusus. “Kita punya daerah yang terdepan dan juga tertinggal, sehingga yang terdepan dan tertinggal ini harus ditangani secara khusus, sehingga mereka secara digital tidak ketinggalan. Karena mereka bisa sangat mengikuti negara sebelah, negara tetangga. Nah, pemerintah kita mendorong daerah yang biasa disebut 3T untuk akses internetnya dipercepat,” ujar Airlangga dalam acara Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang bekerja sama dengan East Ventures, Selasa (23/3). (jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments