Terima Toleran Award 2020, Walikota : Ini Motivasi untuk Terus Jaga Kerukunan di Kota Kupang

by -200 views

Wali Kota Kupang, DR Jefri Riwu Kore ketika menerima penghargaan Kota Toleran Indonesia 2020.

JAKARTA – Kota Kupang kembali meraih prestasi luar biasa sebagai Kota Toleran Indonesia 2020 bersama 9 kota lainnya dari total 94 kota di Indonesia. Kalau tahun 2018 Kota Kupang berada di peringkat tujuh, maka pada award toleran 2020, berada di peringkat kelima.

Atas capaian hebat itu, Kamis (25/2), Wali Kota Kupang, DR Jefri Riwu Kore, menerima Indeks Toleran Award 2020 dari SETARA Institute, dalam acara peluncuran Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020, di Ballroom Hotel Ashley, Jakarta. Acara ini juga disiarkan langsung via channel youtube dan aplikasi zoom.

Dikutip dari rakyatntt.com, IKT merupakan studi indexing atas praktik dan promosi toleransi di seluruh kota di Indonesia. IKT bertujuan untuk mendorong praktik-praktik toleransi di kota dan memajukan inisiatif kota dalam membangun ruang inklusif bagi seluruh anasir kebhinekaan di kota.

Melalui studi tersebut, SETARA Institute menyimpulkan bahwa 10 kota memiliki skor Indeks Toleransi Tertinggi dari 94 kota yang ada di Indonesia. SETARA Institute, dengan dukungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, memberikan penghargaan (award) kepada 10 besar kota dengan skor indeks toleransi tertinggi.

Indikator-indikator penilaiannya adalah RPJMD (10%), kebijakan pemerintah kota tentang toleransi dan non diskriminasi (20%), peristiwa intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama (20%), dinamika masyarakat sipil (10%), tindakan pemerintah seperti pernyataan kepada publik (10%), tindakan nyata pemerintah (15%), heterogenitas agama (5%) dan inklusi sosial keagamaan (10%).

Naik Dua Peringkat

Berikut 10 besar kota dengan indeks toleransi tertinggi beserta skor masing-masing; Salatiga (6.717), Singkawang (6.450), Manado (6.200), Tomohon (6.183), Kupang (6.037), Surabaya (6.033), Ambon (5.733), Kediri (5.583), Sukabumi (5.546), dan Bekasi (5.530).

Peringkat Kota Kupang tahun 2020 naik dua peringkat dari tahun 2018 lalu yang ada di peringkat ke-7.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan Kota Kupang telah membuat terobosan dengan membuat peraturan Wali Kota untuk pendirian rumah ibadah. Pasalnya, jika merujuk pada aturan yang sudah ada, maka umat Buddha di Kota Kupang tidak bisa beribadah karena harus memenuhi syarat jumlah penduduk dan sebagainya. “Kami membuat terobosan melalui aturan yang kami buat untuk memfasilitasi saudara-saudara kami untuk bisa beribadah dengan baik,” kata Jeriko.

Jeriko juga mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Kota Kupang untuk terus menjaga kerukunan dan dapat terus menjadi kota toleran ke depan.

Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus menjalin kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat di Kota Kupang agar kerukunan dan persaudaraan yang terjaga selama ini tetap diperkuat sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Direktur SETARA Institute, Ismail Hasani menjelaskan, IKT dilakukan oleh masyarakat sipil dalam hal ini Setara Institute dan untuk ketiga kalinya selalu disupport oleh Kemendagri dan BPIP.

Menurutnya, hal ini merupakan ikhtiar yang dilakukan masyarakat sipil dan jejaring untuk mempromosikan praktik-praktik terbaik, kepemimpinan terbaik, kebijakan terbaik, dinamika masyarakat sipil terbaik di 94 kota di Indonesia.

Ini merupakan kerja akademik dan advokasi yang membutuhkan support luar biasa. Karena itu, Setara Institute memberikan penghargaan kepada 10 kota terbaik berdasarkan indeks yang ada. “Ini adalah pilihan yang tidak mudah, tapi komitmen BPIP dan Kemendagri untuk memastikan ada proses berkelanjutan untuk daerah yang memiliki indeks toleransi yang rendah,” kata Hasani.

Ia juga menegaskan, Setara Institute tidak mengeluarkan indeks kota intoleran. Yang dikeluarkan adalah kota toleran. Karena itu, tentu ada yang nomor satu, ada yang nomor 94. “Kami mencatat kota-kota yang indeksnya rendah terus bergerak dari papan tengah ke papan atas, seperti Bogor, Tanjungbalai dan kota-kota lain,” tegasnya. (rnc/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments