Penggunaan Dana Desa Tak Terbuka, Banyak Proyek di Oehalo Bermasalah

by -433 views

Pembuatan jalan rabat desa yang belum rampung.

OEHALO – Penggunaan anggaran yang tidak maksimal dan tidak transparan (terbuka) dari pemerintah desa menyebabkan progres pembangunan di Desa Oehalo, Kecamatan Insana Tengah, dari tahun 2018 hingga 2020 bermasalah, terhambat dan belum tuntas.

Kepada media, Selasa (16/2/2021), mantan Wakil Ketua BPD Desa Oehalo, Nikolas Lasa menjelaskan, program yang menggunakan anggaran dana desa tahun 2018 seperti pembuatan bronjong sepanjang 102 meter, pembuatan jalan rabat dan instalasi hingga pemasangan meteran listrik untuk 96 KK di Desa Oehalo belum tuntas hingga saat ini.

“Tahun 2018 ada 3 program yang belum selesai yakni pembuatan bronjong panjang 102 meter dan belum selesai 72 meter, pembangunan jalan rabat ke kantor desa yang panjangnya 220 m terlihat mubasir, hanya di bangun tembok penahannya saja,” jelas dia.

Menurut dia, pengadaan meteran listrik daya 900VA yang dialokasikan ke 96 KK di dua dusun, hingga kini baru terealisasi 56 KK di Dusun II dan 7 KK di Dusun I, sisanya hingga saat ini dibiarkan begitu saja padahal sudah instalasi semua dari tahun anggaran 2018.

Selain itu, dana pemberdayaan dari alokasi dana ADD 2018 sebesar Rp 20.000.000 untuk renovasi Polindes hingga saat ini pun tidak selesai di kerjakan, terlihat sebagian keramik dan semen dibiarkan rusak dan membatu.

Menurutnya, total dana Desa Oehalo tahun anggaran 2018 sebesar Rp 750.000.000 dan dana ADD sebesar Rp300.000.000, namun proses pembangunan di desa tidak sesuai dengan anggaran yang ada.

“Tahun 2018 dalam RAB itu juga ada pelatihan pembuatan pakan ternak, pelatihan LPMD tapi tidak dijalankan dan tidak ada sama sekali,” ungkap Nikolas dan mengakui selama ini pemerintah desa juga tidak pernah melakukan sosialisasi penggunaan anggaran ke masyarakat.

Terkait dengan permasalahan di desa, dia bersama beberapa masyarakat Desa Oehalo pernah melaporkan ke pihak kejaksaan, namun hingga saat tidak ada tindak lanjut dari pihak kejaksaan.

Hanya Lampu

Kepala Desa Oehalo, Marselinus Hanoe saat di konfirmasi mengatakan progres pembangunan di Desa Oehalo tahun 2018 yang terkendala hanya pemasangan meteran listrik.

“Untuk 2018 unu, saya tidak bisa menjelaskan disini karena tadi saya sudah ketemu dengan Tim Anggaran dari propinsi dan kabupaten untuk masalah itu, dan 2018 yang bermasalah itu hanya lampu saja, karena pemeriksaan dari inspektorat juga sudah,” jelas Marselinus.

Menurut dia, keterlambatan pemasangan meteran listrik di sebabkan karena bendahara lama melenyapkan dana pengadaan meteran listrik tersebut.

“Baru-baru kami sudah klarifikasi dan sudah selesai untuk bendahara lama bertanggungjawab atas penggelapan dana untuk pengadaan meter listrik itu, dan dari inspektorat sudah berikan surat untuk bendahara,” tegas Marselinus.

Namun, Marselinus sebagai kepala desa tidak mengetahui total dana yang digelapkan mantan bendahara Desa Oehalo.

“Total saya tidak tahu, itu kecuali kita lihat di APBDes, baru-baru kami kesepakatan tapi tidak ini karena ada masyarakat bilang ada pemeriksaan dari inspektorat tapi tidak bisa ini, maunya dari masyarakat bisa pendekatan ke inspektorat biar penjelasannya detail, untuk bisa tahu yang dia gelapkan berapa karena LHP harus dari inspektorat,” urai Marselinus.

Selain itu, lebih detail ia mengatakan progres penggunaan anggaran di tahun 2018. “Saya jelaskan lebih detail unu, pagu anggaran untuk 1 tahun anggaran pembuatan rabat itu Rp202.000.000, pencairan tahap pertama Rp100.000.000 untuk penahan rabat itu, dan sisanya tidak ada pencairan sehingga terbawa ke Silpa, pencairan tahap tiga untuk bronjong Silpa 2017 sebesar Rp144.000.000 termasuk penambahan modal BumDes dan 3 pelatihan lainnya,” jelas dia. (lpm/st)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments