Ile Lewotolok Masih Siaga, Masa Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang

by -606 views

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana di daerah itu setelah pihaknya mendapatkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) bahwa gunung Ili Lewotolok masih terus mengeluarkan material vulkaniknya.

“Iya kami perpanjang lagi masa tanggap darurat bencananya karena memang saat ini status gunung sesuai yang dikeluarkan oleh PVBMG) masih dalam status siaga,” kata Sekda NTT Paskalis Ola Tapobali kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Sabtu (12/12).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Lembata setelah sejak tanggal 29 November hingga Sabtu (12/12) hari ini pascaerupsi gunung Ili Lewotolok.

Ia mengatakan, perpanjangan masa tanggap darurat bencana tersebut akan berlangsung selama dua pekan sambil melihat kondisi gunung Ile Lewotolok yang hingga saat ini masih terus mengeluarkan material vulkaniknya.

“Ya sesuai dengan aturannya masa tanggap darurat ini dua minggu. Tetapi kita lihat lagi kondisi di lapangan kalau dalam perjalanan status gunungnya turun dari Siaga ke Waspada maka masa tanggap daruratnya akan dicabut,” tambah dia.

Hingga saat ini, ujar dia, jumlah pengungsi yang masih berada di lokasi pengungsian dan di rumah-rumah keluarga di Lembata mencapai 8.097 ribu jiwa. Sementara yang ditampung oleh Pemda di 20 titik lokasi pengungsian hanya mencapai 3 ribuan pengungsian.

Paskalis menambahkan, mereka yang masih berada di lokasi pengungsian itu adalah warga yang rumah mereka berada di kawasan rawan bencana (KRB) baik itu KRB 2 dan KRB 3.

“Mereka ini adalah warga yang rumah mereka berada di kawasan rawan bencana dan radiusnya sekitar 2-4 kilometer dari puncak gunung. Sehingga mereka juga belum bisa dipulangkan,” tegasnya.

Sementara itu, laporan dari pos pemantauan gunung Ile Lewotolok sejak pukul 06.00 wita hingga pukul 12.00 wita jumlah letusan yang terjadi di puncak gunung itu mencapai 16 kali letusan dan mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 200-300 meter di sertai dengan gemuruh-dentuman lemah-sedang. (ant/che)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments