Pengusaha Aksesoris Taman Minta Pemda Selamatkan Orang Muda Flotim

by -199 views

LARANTUKA – Anak Muda Flores Timur, Somba Tapoona, yang merintis karier di dunia usaha kerajinan tangan sejak tahun 2016 berharap pemerintah daerah lebih serius mengurus program pemberdayaan masyarakat sejalan dengan semangat Selamatkan Orang Muda Flores Timur.

“Jika Pemerintah Daerah mau selamatkan orang muda Flores Timur, ya selamatkan jangan menghancurkan,’ kata Somba Tapoona di kediamannya, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Sabtu (22/8/2020).

Somba mengaku sudah berhasil membantu mempekerjakan 8 orang karyawan karena ada keresahan dari para karyawan terkait persoalan ekonomi.

“Berangkat dari keresahan mereka maka saya membuka lapangan pekerjaan dan mempekerjakan mereka dengan membuka usaha kerajinan pot bunga, perhiasan taman, dan rumah,” ujarnya.

Pengusaha muda Flotim ini mengatakan, dari tahun 2016 hingga saat ini sudah banyak peminat dan pelanggan kerajinan pot bunga dan perhiasan taman, bahkan sudah membuka cabang di kota Maumere, Kabupaten Sikka.

“Minggu kemarin kami sampai di rumah Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Beliau menyambut kami dengan sangat luar biasa dan memberikan apresiasi terhadap karya kami. Bupati Sikka juga membangun kesepakatan agar prodak kami digunakan untuk taman di kabupaten Sikka”, tuturnya.

Selain di Kabupaten Sikka, Somba Tapoona saat ini sedang membangun kerja sama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur untuk mempercantk taman kota di Larantuka.

Ditanya terkait penghasilan, Somba Tapoona mengaku hasil dari menjual kerajinan pot dan perhiasan taman cukup untuk memberi gaji karyawan, membeli bahan dan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya pertama menggeluti dunia musik, di masa kepemimpinan Gubernur NTT Bapak Frans Lebu Raya saya pernah mengajukan proposal untuk festival Band di kota Larantuka. Tapi dengan berjalannya waktu saya berpikir dunia musik tidak terlalu menjamin kehidupan ekonomi walaupun musik itu bagian dari hobi,” katanya.

Somba mengaku mengawali kariernya di Kota Kupang. Ia belajar membuat pot bunga dari seorang sahabatnya. Setelah kembali ke Larantuka ia terpacu dengan beragam permintaan konsumen baik pot bunga, air mancur taman, bangku taman dan accesories di taman kota dan taman rumah di penuhinya.

Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan tetangga dalam mengembangkan usahanya. “Tetangga responnya baik, karyawan saya ini juga para tetangga. Karyawan saya sebelumnya bekerja pada perusahan ikan tuna, namun karena pandemi Covid-19 dan macet maka saya mengajak mereka bergabung dalam usaha ini,” ujarnya. (bata/st)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments