OBITUARI! In Memoriam Valens Fernandez, Sang Legenda

by -673 views

VALENS FERNANDEZ, yang lahir pada 30 Agustus 1952, hari ini Sa tu (13/6), dipanggil menghadap Sang Khalik. Ia biasa dipanggil Valens, bagi masyarakat Larantuka dan juga Flores Timur adalah seorang pemain bola Perseftim dahulu yang begitu melegenda.

Dikutip dari laman facebook Fransiskus Roi Lewar, sejak memperkuat Perseftim tahun 1974 di ajang El Tari Cup Maumere, ia selalu menjadi back tangguh, palang pintu pertahanan Perseftim yang disegani. Gaya bermain bolanya adalah gabungan skill yang tinggi dan seni memainkan bola yg begitu indah.

Inilah yang membuat Valens begitu dikenal oleh pecinta sepak bola Flotim dan NTT. Tidak hanya mewakil Perseftim, tapi juga mewakili NTT saat melawan tim tamu dari luar daerah. Bagaimana dia memenangkan duel satu lawan satu ketika berhadapan dengan Hanafing pemain timnas, saat duel Perseftim versus Makasar Utama di Maumere tahun 1980-an.

Keinginannya untuk berkarir dalam dunia sepakbola di Jakarta sejak tahun 1970-an, yang sudah ditawarkan oleh Om Sinyo Aliandoe, dia lupakan untuk tetap mengabdi bagi Lewotana Flores Timur.

Kalau di lapangan ia kelihatan beringas, tetapi begitu mengontrol bola, dia memukau dengan skill bola level tinggi. Pengetahuan tentang sepakbola secara teori dan praktek diperoleh semasa menjadi SMOA, yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Guru Olahraga (SGO) Kupang.

Selain sepak bola, semua cabang olahraga dikuasainya dengan sangat baik. Valens adalah pemain Voley yang terkenal dengan smash kencang dan teknik tipuan bola yang nyaris sempurna. Dia menguasai teknik bantingan dalam Judo dengan sangat baik.

Selain sepak bola dan volley, suami dari Oa Dona Buce DVG ini juga memiliki teknik yang sangat baik saat bermain basket, badminton dan tenis meja. Bagiamana dia begitu indah memainkan bola secara akrobatik di ujung jarinya.

Valens juga sempurna ketika melakukan gerakan senam matras. Ketika berhadapan dalam olahraga otak seperti catur ayah dari tiga orang putra dan dua orang putri ini, sangat lihai.

Menjadi Guru Olahraga adalah ladang pengabdiannya sebelum menjadi pegawai di Dinas Pendidikam dan Kebudayaan Flotim bagian Olahraga hingga pensiun sebagai PNS.

Posturnya yang tinggi, berambut gondrong, dengan badan yang atletis, membuat ia dengan mudah diikenali. Wajahnya bisa jadi membekas dalam ingatan semua anak muda Flores Timur tahun 70-an hingga tahun 2000-an.

Dibalik wajahnya yang dingin dengan tatapan yang tajam, beliau memiliki sentuhan seni yang tinggi. Selain memiliki bakat bermain hampir semua alat musik, Valens Fernandez pun dapat melukis dengan baik. Ia makin populer dengan suara emasnya ketika menyanyikan tembang Nagi yang terkenal, Mermoce.

Meski bisa melukis namun Valens Fernandez lebih dikenal publik sebagai penyanyi dan pemain musik. Jika bernyanyi maka dia begitu menghayati lagu. Apalagi lagi slow rock dan lagu-lagu sendu dengan irama pelan yang mendayu. Valens Fernandez yang garang di lapangan bola berubah menjadi sosok yang begitu sentimentil saat melantunkan lagu tersebut.

Suara bariton dengan pengambilan nada-nada tinggi mengingatkan pecinta musik pada warna suara vokalis Black Brothes, Marthy Messer, yang nyaris sempurna membawakan salah satu nomor hit Layu di Ujung Senja. Dia musisi yang luar biasa.

Style rambut gondrong sebahu dengan gaya berjalan seperti ditahan, menjadi “trade mark” pria yang sering disapa Laleng di kalangan terdekatnya. Sekitar tahun 1970-1990-an, di Larantuka gaya Valens Fernandez ini menjadi idola dan diikuti anak-anak muda di Nagi Larantuka saat itu. Tak heran banyak wanita pun mengidolakan dirinya, hingga jatuh cinta padanya.

“Sebagai anak Lokea, kami merasakan perlindungannya. Dia adalah “Segon” juga Dragon, begtulah sering kami menyapanya. Dia tidak pernah mundur untuk menerima tantangan berduel, baik itu secara positif di arena pertandingan, maupun saat fight di luar. Valens Fernandez adalah pribadi istimewa yang dianugerahi banyak bakat. Hampir semua bisa dilakukannya dengan sempurna. Seseorang dengan kemampuan serba bisa,” kata Fransiskus Roi Lewar.

Dia adalah guru, bapak dan teman bagi kami. Dia betul-betul all around. Seorang Petarung Sejati dan juga Pencinta Sejati. Selamat Jalan Sang Legenda. Beristirahatlah dalam ribaan Bapa di Sorga. (roi lewar/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments