Jangan Biarkan Kasih Dilahap Balas Dendam

by -4 views

Oleh: Albertus Muda, S.Ag
Guru SMAN 2 Nubatukan-Kab. Lembata-NTT

Apa pun tantangan menghimpit hidup kita, jangan sekali-kali mengabaikan ‘KASIH’ dilahap karakter negatif ‘Balas Dendam’ atau dalam bahasa hukum Hamurabi, kita memilih cara instan dengan memegang kebiasaan buruk ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi.’

Biarkan tantangan itu menghampiri kita dan rangkullah dia sebagai saudara dan sahabat kita sebab menurut filsuf Yunani Kuno pra-Sokratik, Herac(cleitos)litus dalam adagium ‘PANTA RHEI KAI UDEN MENEI’ yang artinya tak ada sesuatu di muka bumi atau di bawah kolong langit ini yang ABADI.

Menurut saya hanya KASIH yang ABADI maka jangan biarkan ia mati karena sirik, iri hati atau kebecian segelintir orang pada kita tanpa kita tahu atau benar-benar menyadari bahwa tak satu kesalahan pun yang kita lakukan untuk orang-orang sirik tersebut.

Jikalau air yang mengalir kemarin berbeda dengan air yang mengalir hari ini, maka kita juga mestinya mencamkan bahwa sirik, fitnah dan iri hati itu akan berakhir bersama aliran air yang kemarin dan akan datang saat berahmat sesuai rancangan Tuhan yang telah disediakan-Nya untuk kita.

Jika demikian, maka kita mesti membumikan atau membudayakan ‘New Normal,’ kenormalan baru yang mau tidak mau, suka tidak suka kita mesti lakukan karena ‘New Normal’ menjadi tuntutan di masa pandemi Covid-19 ini.

Memaafkan, mengampuni, membudayakan KASIH, tidak sirik, tidak dendam, tidak benci dan iri hati mesti menjadi ‘New Normal’, kenormalan baru sekaligus menjadi habitus baru, budaya tanding di tengah himpitan berbagai problem hidup terlebih di tengah gempuran Covid-19.

Jika kita sungguh menerapkan ‘New Normal’ maka kita akan merasakan kesejukan sumber air yang terus memberi kesejukan untuk memaafkan di satu sisi, meski di sisi yang lain kita terus dan tak hentinya didera terik iri hati, fitnah dan kebencian.

Hari ini (Kamis, 21 Mei, red), Sang Guru Agung, Yesus Kristus naik ke surga dan saya secara pribadi yakin bahwa segala problem, masalah, tantangan yang silih berganti datang akan dibawa serta-Nya sambil menganugerahkan buah-buah Roh kepada hidup kita.

Yesus Kristus, Sang Guru Agung yang hari ini Kenaikan-Nya ke surga kita (umat Katolik) rayakan akan datang nanti dalam wujud baru bernama ‘PENOLONG, PENGHIBUR’ yang melanjutkan dan menjalankan tugas yang sama seperti yang Yesus hidupi dan jalani selama masih di dunia.

Singkirkan setiap kegalauan, dilema dan keraguan yang membuat pikiran kita buntu, sumpek, mampet, mandeg dan mohonlah kekuatan pada Roh Kudus untuk memberi kita ‘Mata Baru’ atau ‘Mata Ajaib’ agar mampu menjalani ‘New Normal’ untuk selanjutnya menjadi habitus dan pada tingkat paling final sungguh menjadi ‘KEUTAMAAN HIDUP’.

Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus untuk semua saudara dan saudari yang merayakannya. Salam ‘New Normal.’ (*)

Waikomo, 21 Mei 2020

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments