Marius : Perlu Strategi Putus Rantai Covid-19 di NTT

by -52 views

KUPANG – Pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT dari hari ke hari semakin meningkat. Dari grafik yang ada semenjak ada laboratorium biomolekuler dan sudah bisa memeriksa spesimen swab di RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, maka secara cepat juga didapat konfirmasi positif dan negatif sejak 5 Mei 2020 hingga hari ini 16 Mei 2020.

“Bulan Mei terutama mulai tanggal 10 Mei sampai dengan sekarang, secara berturut-turut kita cepat mendapatkan pertumbuhan pertambahan dari pasien tertular virus corona,” tandas juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (16/5/2020) malam.

Artinya, sebut Marius, eskalasi penyebaran virus corona di NTT juga tidak berbeda jauh dengan pertumbuhan secara nasional. Kalau kita lihat grafik kurva statistik secara nasional juga selalu meningkat dari hari ke hari juga diikuti oleh Provinsi NTT dan juga provinsi lain di Indonesia. “Tentu gejala-gejala ini perlu kita cermati untuk menyusun strategi bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus corona di NTT,” ucap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Marius meminta agar pasien yang terkategori OTG, ODP, PDP atau pun yang terkonfirmasi positif corona untuk tidak dikucilkan. “Kami mengimbau seluruh masyarakat NTT untuk tidak mengucilkan saudara-saudara kita; baik yang terkategori OTG, ODP, PDP atau pun yang terkonfirmasi positif. Mereka adalah bapa mama kita; adik kakak kita yang juga tidak menghendaki di dalam dirinya ada virus. Karena itu, kami mengharapkan supaya kita memberikan dukungan moril kepada mereka. Memberikan doa kepada mereka supaya segera sembuh dan menjalankan kehidupan secara normal kembali sebagaimana biasa,” kata Marius.

Imbauan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sebut Marius, agar seluruh masyarakat NTT mengikuti dengan penuh disiplin protokol-protokol kesehatan yakni selalu menggunakan masker ketika masuk dan berada di ruang publik. “Selalu cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir selama 20 detik. Memang ini suatu budaya baru yang sangat baik. Juga menghindari kerumunan sekaligus tidak menciptakan kerumunan. Menjaga jarak dan juga menjaga kekebalan tubuh serta memelihara kegembiraan dan kebahagiaan. Kita harus selalu gembira. Karena hati yang gembira adalah obat yang manjur,” ujar Marius.

Dia menambahkan, “Ketika melihat kecenderungan-kecenderungan akibat virus corona, baik dampak sosial maupun dampak ekonomi; mau tidak mau kita mengubah pola hidup kita. Kalau sebelumnya kita terbiasa dengan budaya komunal; budaya yang selalu bersama; arisan bersama; kumpul keluarga bersama; pesta nikah bersama, dan segala macam budaya komunal yang hidup di Indonesia termasuk di NTT tetapi budaya komunal itu dengan adanya virus corona sudah mulai diberi tafsiran baru; sudah mulai diubah dengan kita lebih banyak sendiri. Lebih banyak berdiam di dalam rumah tetapi juga tidak berarti memutuskan kontak-kontak sosial; tidak memutuskan solidaritas kemanusaan tetapi secara fisik kita berusaha untuk tidak melakukan kontak fisik dengan yang lainnya agar kita bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona. Itu budaya baru yang kiranya menjadi suatu mode kehidupan kita saat ini”.

Hingga Sabtu malam data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTT: jumlah OTG 779 orang; OTG saat ini 623 orang; dan OTG selesai dipantau sebanyak 156 orang. Jumlah ODP, PDP dan Konfirmasi sebanyak 1846 orang; ODP 1719 orang; selesai pemantauan 1474 orang.

Konfirmasi sebanyak 59 orang; saat ini berjumlah 52 orang. Sampel yang dikirim 448; 275 hasil lab negatif; 69 hasil lab positif; dan 104 belum ada hasil. (valeri guru/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments