Pemprov Siapkan Kebijakan Atasi Dampak Corona, Perbatasan Ditutup

by -45 views

KUPANG – Koordinator Bidang Pengendalian Dampak Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT yang juga Kepala Bappelitbangda, Lecky Frederich Koli, S.TP, M.Si mengatakan, pemerintah sedang mendesain atau menyusun skema jangka pendek untuk penanganan masalah sosial ekonomi bagi masyarakat ekonomi terdampak Covid-19. Juga, merumuskan langkah-langkah dan upaya pemulihan ekonomi masyarakat jika kebijakan sosial safety net dicabut oleh Pemerintah Pusat.

Kepada wartawan di Kupang, Senin (20/4) malam, Lecky Frederich Koli menjelaskan, untuk pemulihan jangka pendek pemerintah telah merumuskan kebijakan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Menurit dia, skema yang pemerintah siapkan adalah jaring pengaman sosial melalui APBD Provinsi NTT; pemerintah telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran sebesar Rp 286 milar lebih. “Anggara ini untuk membiayai yang pertama di bidang kesehatan Rumah Sakit dan sektor penunjang. Kemudian jaring pengaman sosial dari terdampak Covid-19 sekitar Rp 105 miliar. Kemudian kita persiapkan skema untuk pemulihan masyarakat pasca pencabutan dan dalam rangka pencabutan sosial safety net sekitar Rp 100 miliar; sehingga total Rp 286 miliar yang kita siapkan dari APBD NTT,” jelas Lecky Frederich.

Dana Rp 105 miliar, sebut dia, disiapkan untuk menyasar 105 ribu kepala keluarga (KK) masyarakat terdampak dari seluruh NTT. “Saat ini kita sedang dalam tahapan verifikasi data dari data terpadu peserta sosial yang dikeluarkan oleh Menteri sosial untuk memastikan bahwa masyarakat yang akan menerima adalah mereka yang berhak untuk mendapatkan bantuan itu,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, masyarakat rentan miskin adalah masyarakat yang berada di atas garis kemiskinan dan apabila ada gejolak ekonomi mereka bisa jatuh miskin. “Karena itu, Pemprov mengambil kebijakan untuk menyasar saudara-saudara kita yang mengarah kepada kelompok rentan miskin termasuk di dalamnya adalah saudara-saudara kita pekerja harian yang tidak bisa bekerja; yang tidak bisa mendapatkan pendapatan. Kemudian para pemulung dan para pekerja informal lainnya kita sediakan untuk bisa menyasar mereka. Ini kebijakan Pemprov NTT,” tandas dia.

Pintu Perbatasan Dituup

Sementara itu, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19) NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona maka Pemprov NTT mulai malam ini (Senin) menutup pintu perbatasan antara Indonesia dalam hal ini Provinsi NTT dengan Negara Timor Leste.

“Pemerintah saat ini baik pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota; sedang bekerja keras untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karena itu, terkait dengan perbatasan Timor Leste dan Indonesia mulai malam ini kita akan menutup pintu perbatasan di Motamasin, Motaain dan Wini,” tegas Marius.

Menurut dia, tidak diperkenankan warga Timor Leste yang mau ke Timor Leste melalui Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT. “Kita sudah tutup pintu perbatasan. Untuk itu diharapkan semua warga Timor Leste yang ingin ke Timor Leste sebaiknya untuk sementara tetap berdiam di tempat, sambil menunggu keadaan normal kembali. Ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona di seluruh NTT,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Hingga Senin malam data ODP dan PDP di NTT berjumlah 1.496 orang. Jumlah ODP 1458 orang; selesai masa pemantauan 707, yang dirawat 9 orang. Jumlah PDP 8 orang; sembuh 17 orang dan yang meninggal 4 orang.

Sampel yang dikirim 75; 43 sampel negatif; 1 sampel positif dan 31 sampel belum ada hasil. (valeri guru/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments