VBL Minta Pers Bijak, Tulis Saja ODP, Jangan Tambah Covid-19

by -59 views

KUPANG, mediantt.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) agak terganggu dengan pemberitaan pers yang dinilai tidak bijak dan tidak membangkitkan optimisme rakyat di tengah wabah coronavirus. Karena itu, Gubernur VBL meminta media pers untuk bijak memberitakan tentang Covid-19 di NTT.

Dalam jumpa pers di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3), VBL sangat berharap, wartawan ikut membantu memberitakan penanganan Covid-19 di NTT dengan bijak.

“Wartawan itu harus ikut membantu. Jangan tulis orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19, itu bikin orang takut. Kalian punya tanggung jawab juga. ODP itu tidak ada apa-apa. Jangan tambah ODP Covid-19. Kalau daerah lain pakai, tidak apa-apa. Tapi di NTT tolong jangan. Cukup tulis ODP saja, jangan tambah ODP Covid-19. Itu nanti bikin orang stres. Padahal orangnya ada baik-baik,” kata VBL.

Ia menjelaskan, ODP itu mungkin orang baru datang dari Jakarta jadi diminta isolasi mandiri dan dicatat sebagai ODP. “Itu biasa tapi kalau kalian tambah ODP Covid-19 maka orang jadi stres. Kalau stres nanti imun (kekebalan) tubuhnya menurun. Kalau kami omong satu lalu kamu bilang dua, kami pusing setengah mati,” tegas Gubernur VBL.

Tak Ada Kewenangan

Gubernur Viktor Laiskodat juga dengan tegas menyatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak memiliki kewenangan menutup bandar udara (bandara). “Bandara tidak boleh tutup; itu kewenangan Pemerintah Pusat dan kita perlu obat-obatan, perlu APD (Alat Pelindung Diri). Karena itu tidak boleh. Karena itu fasilitas yang kita butuhkan untuk kita menangani segala hal. Kecuali kamu punya pesawat sendiri,” tandas Gubernur VBL.

Saat itu Gubernur VBL didampingi Wagub Josef Nae Soi, Ketua DPRD NTT, Ir. Emi Nomleni, Kapolda NTT, Mayjen Hamidin, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kabinda NTT, Sekretaris Daerah NTT, Ir. Ben Polo Maing, Staf Khusus Gubernur bidang politik, Dr. Imanuel Blegur dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.

Menurut Gubernur VBL, Pemda tidak memiliki kewenangan untuk menutup bandara. “Tidak ada kewenangan Pemda untuk menutup bandara. Karantina Daerah juga belum bisa; karena itu kewenangan Pusat,” tandas VBL.

Khusus untuk bencana, lanjut mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini, sampai pada darurat sipil, semua merupakan kewenangan Pusat. “Pemerintah Daerah ikut keputusan Pemerintah Pusat; karena ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi yang darurat sipil itu negara dan kita mengikuti karena ini satu kesatuan politik dan satu kesatuan hukum,” jelas Gubernur.

“Apa yang diinstruksikan Bapak Presiden, yaitu satu pencegahan antara lain dengan physical Distanting dan Social Distanting. Yang kedua, kita menyiapkan seluruh fasilitas agar apabila terjadi lockdown maka kita mampu melayani masyarakat dengan baik. Uangnya, ruang isolasinya dan seluruh rumah sakit kita siapkan dengan baik,” tambah Gubernur.

Hal yang ketiga, sebut Gubernur VBL dampak sosial dan ekonomi disiapkan agar seluruh pekerja harian seperti buruh-buruh, yang oleh karena Covid-19 ini mereka tidak bisa kerja. “Kita akan bantu dengan bantuan sosial (Bansos). Pemerintah Provinsi menyiapkan Rp 270 miiliar untuk membantu masyarakat seperti itu. Setiap Pemerintah kabupaten dan Kota Kupang, saya telah perintahkan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD-nya sebesar Rp13 miliar sampai 6 bulan kedepan untuk mengatasi ini,” kata Gubernur.

Semua Bertanggungjawab

Kapolda NTT, Mayjen Pol. Hamidin selaku Ketua II Satuan Gugus Tugas Corona, atas nama Gubernur NTT mengajak semua masyarakat menyikapi bahaya Covid-19 yang terus berkembang dengan cepat. “Kita semua bertanggungjawab untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” katanya.

Caranya, jelas dia, semua pihak wajib mematuhi hal-hal sebagai berikut: (1) Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan atau menggunakan cairan anti septic;
(2). Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan hindari strees dan panik;

(3). Menerapkan etika batuk. Menutup mulut, hidung saat bersin atau batuk dengan menggunakan tissue, lengan bagian dalam; (4). Menghindari tempat keramaian atau kerumunan orang banyak;
(5). Menjaga jarak (Social Distanting) dengan bersentuhan dan berdekatan dengan orang lain dengan jarak minimal 2-3 meter; (6). Sebisa mungkin melaksanakan pekerjaan dari rumah;

(7). Memindahkan setiap aktifitas belajar dari sekolah ke rumah dan memastikan proses belajar dari rumah tetap efektif; (8). Menunda perjalanan dalam atau ke luar negeri, berwisata, pulang kampung dan sebagainya yang memudahkan penularan; (9). Menunda semua aktifitas berupa pertemuan atau sejenisnya yang melibatkan banyak orang;

(10). Memantau setiap orang yang baru tiba di wilayah masing-masing untuk segera melapor diri di fasilitas kesehatan terdekat dan pemerintah setempat; (11). Tidak menyebarkan informasi yang meresahkan masyarakat;

(12). Tetap tenang dan tekun berdoa; (13). Segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas. (valeri guru/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments