KUPANG, mediantt.com – Sikap kooperatif ditunjukkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT yang diketuai Freddy Ongkosaputra. PHRI siap membantu Pemprov NTT dalam menangani penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)  jika daya tampung rumah sakit dan beberapa tempat yang disiapkan tidak mencukupi.

“Kami siap menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi NTT,” kata Fredy dalam jumpa pers di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/3/2020).

Owner Hotel Ima Kupang ini mengaku, akibat penyebaran Covid-19 di NTT sebagian besar usaha-usaha hotel dan restoran yang tergabung dalam organisasi PHRI NTT mengalami kerugian besar. “Pergumulan para pengusaha hotel dan restoran di NTT saat ini adalah bagaimana mempertahankan operasional hotel dan restoran tanpa adanya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK bagi para karyawan,” ucap Freddy.

Karena itu, dia berharap agar Pemerintah Provinsi NTT bisa membantu para pengusaha hotel dan restoran di NTT. “Bantu kami misalnya di biaya operasional seperti listrik dan pajak,” harap Freddy.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kesiapan PHRI NTT yang bersedia menampung ODP jika kapasitas rumah sakit di NTT tidak mencukupi. “Terima kasih kami sampaikan. Inilah wujud kepedulian nyata dari para pengurus PHRI NTT dalam menanggapi kejadian wabah Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius.

ODP Jadi 165

Pada bagian lain, Marius juga mengupdate total jumlah ODP di NTT saat ini sebanyak 165 orang atau naik dari sebelumnya 130 ODP. Dengan sebaran sebagai berikut, Kota Kupang 33 orang, Lembata 5 orang, Manggarai Barat 21 orang, Kabupaten Kupang 4 orang, Sikka 18 orang, TTS 10 orang, Manggarai Timur 6 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 1 orang, Belu 10 orang, Sumba Barat Daya 13 orang, Ende 8 orang, Manggarai 6 orang, Rote Ndao 6 orang, Sumba Tengah 3 orang, dan Nagekeo 7 orang.

Karena itu, Marius mengimbau masyarakat NTT, khususnya mereka yang masuk dalam kategori ODP, agar tetap mengikuti Social Distancing sebagaimana yang ditetapkan oleh WHO. “Seperti menghindari kerumunan, meniadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan jalani isolasi mandiri di rumah, serta menjaga jarak per individu. Imbauan juga diberikan kepada para pejabat agar untuk sementara ini tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujar Marius sembari menyetir isi Maklumat Kapolri.

Disinggung soal rumors adanya satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Kabupaten Manggarai Barat, Marius menegaskan, yang bersangkutan negatif Covid-19. “Pemprov NTT menyampaikan ucapan bela sungkawa bagi keluarga almarhum. Yang pasti orang yang meninggal tersebut berstatus PDP. Meninggal bukan karena positif Covid-19. Sesuai diagnosis dokter dari Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng yang menangani pasien tersebut, ternyata meninggal karena adanya komplikasi seperti jantung dan lain-lain,” tegas Marius. (valeri guru/jdz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of