Maumere, mediantt.com – Senin 23 Maret 2020 pagi di Maumere, Sikka, matahari betul- betul menunjukkan kesombongannya dengan sinar pagi yang menyengat.

Beatrix Djanrose, ibu satu anak yang berdomisili di Kompleks Pekuburan Iligetang atau yang akrab dikenal Bukit Tengkorak Iligetang, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, pagi-pagi dengan teriakan menggelegar mirip komandan perang yang meneriaki anak buahnya membangunkan anaknya Dijello dan ponakannya Ceiline.

Kedua murid SDK Yos Sudarso Maumere ini pun bangun dan dengan sukacita menyambut sang mentari yang lagi sombong. “Berjemur salah satu cara murah meriah untuk menghalau mampirnya virus yang mematikan ini,” ujar Beatrix, guru Bahasa Mandarin SMAK Frateran Maumere ini.

Menurut Beatrix, setiap kali ke toko untuk membeli masker, jawabannya stock kosong. “Salah satu cara yang simple hadapi Corona dengan kekuatan alam yang gratis diberikan Tuhan yakni matahari, ” ujar Beatrix.

Ibu asal Bola ini mengakui memperoleh informasi ini dari video yang ditontonnya. Seorang dokter Spesialis Paru di salah satu Rumah Sakit RS) Swasta di Bekasi yaitu Dr. Vincy Edy Wibowo, Sp.P, membagikan tips untuk hadapi Corona dengan cara berjemur diri di bawah matahari.

Melalui video berdurasi 1,04 yang telah viral di sosial media, lanjutnya, Dr. Vincy menyebutkan bahwa saat ini Virus Corona sudah semakin menjalar di kalangan medis jika kurang berjemur maka daya tahan tubuh manusia akan sangat lemah.

Berjemur sinar matahari yang terik maupun mendung 30 menit atau maksimal 60 menit setiap hari pada pukul 08-11.00 atau pukul 14.00-16.00. Selain itu sinar matahari mendorong sirkulasi yang sehat. Matahari juga merangsang produksi lebih banyak sel darah merah yang meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.

Beatrix juga mengajak dengan slogan Cintai Dirimu, Cintai Keluargamu, dengan cara sederhana Ayo Ajakan Berjemur. Tetap jaga kesehatan, dan jangan lupa berserah kepadaNya. Jaga iman dan Jaga imun. (ven)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of