Kolaborasi Atasi Dampak Ekonomi

by -60 views

FAKTA empiris mengenai dampak buruk pandemi global coronavirus disease 19 (Covid-19) yang katastropis pada kesehatan masyarakat dunia telah terekam begitu rinci dan mendalam di tiga bulan terakhir ini.

Dampak yang tidak kalah mengguncang dapat disaksikan di bidang perekonomian. Dalam beberapa hari terakhir, bisa dilihat jatuhnya bursa saham di berbagai belahan dunia. Begitu pula dengan bursa perdagangan mata uang yang jatuh ke titik tidak terbayangkan sebelumnya.

Bursa saham dan perdagangan mata uang di Indonesia juga tidak terhindar dari fenomena yang sama. Indeks harga saham gabungan (IHSG), kemarin, sempat menyentuh level terendah.

Demikian pula dengan rupiah, meskipun kemarin menguat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, nilai tukarnya telah melewati batas psikologis.

Jujur diakui bahwa pemerintah menangkap dengan baik persoalan serius tersebut dan terus mengambil langkah untuk memitigasi dampak serius pandemi covid-19 tersebut terhadap perekonomian nasional.

Presiden Joko Widodo terus mengikuti perkembangan perekonomian global dan bersikap realistis atas prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya akan berada di kisaran 1,5% hingga 3% atau bahkan lebih rendah lagi. Adapun pertumbuhan ekonomi domestik yang semula diproyeksikan 5%-5,4% juga akan terkoreksi turun.

Langkah pemerintah yang diambil dalam rapat terbatas lewat videoconference yang dipimpin Presiden Jokowi dari Istana Bogor, Jumat (20/3), patut diapresiasi. Rapat membahas kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi pandemi global covid-19.

Dalam rapat tersebut, Presiden meminta anggaran pusat dan daerah yang tidak prioritas dialihkan untuk tiga hal. Pertama, bidang kesehatan, terutama untuk pengendalian covid-19. Kedua, jaring pengaman sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu. Ketiga, insentif ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mereka bisa tetap berproduksi dan menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja.

Langkah mitigasi tersebut sangat tepat secara makro ataupun mikro. Kebijakan itu hendaknya segera diimplementasikan dalam waktu dekat. Selain berfungsi sebagai bantalan ekonomi di saat pandemi korona, hal itu juga sangat diperlukan jika kelak pemerintah akan mengambil langkah drastis terkait dengan mitigasi di bidang kesehatan.

Akan tetapi, langkah tersebut kiranya harus diperkuat dengan partisipasi seluruh komponen masyarakat. Karena itu, ajakan Presiden Jokowi yang meminta semua kelompok profesi, dari buruh hingga petani, bergotong royong menghadapi tantangan ekonomi di tengah pandemi covid-19, dipandang sangat melengkapi kebijakan tersebut.

Bukan hanya di kalangan buruh, petani, dan nelayan, semangat solidaritas dan gotong royong diharapkan juga diperlihatkan para pengusaha.

Selain ikut membantu pemerintah memperkuat perekonomian di sektor swasta dengan memberikan insentif kepada buruh atau pekerja, para pengusaha kiranya dapat membantu penguatan rupiah dengan melepas dolar dan mata uang asing secara terukur. Dengan begitu, dapat ikut mengangkat nilai rupiah ke tingkat yang kondusif bagi semua.

Inilah saatnya bagi seluruh komponen bangsa untuk bersatu. Bukan hanya mengatasi persoalan di bidang kesehatan terkait dengan pandemi korona, negeri ini sungguh membutuhkan semangat gotong royong di bidang perekonomian.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, juga doa seluruh rakyat, kita percaya kapal Indonesia akan selamat dari badai korona. (edmi)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments