KUPANG – Penanganan penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 di NTT telah dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing dan secara teknis ditangani Kadis Kesehatan, drg. Dominikus Minggu Mere dan juru bicara, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. Namun Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memutuskan untuk sementara menunda pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata yang ada di Provinsi NTT.

Ya, “Benar Bapak Gubernur VBL telah mengirim surat kepada seluruh Bupati di NTT dan Walikota Kupang untuk menunda sementara pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata,” jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (21/3/2020).

Menurut dia, maksud dan tujuan dari penundaan sementara festival pariwisata dan penutupan destinasi wisata ini untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. “Salah satu cara dan upaya yang dilakukan adalah dengan social disntance; yang pada hakekatnya adalah mengisolasi diri dari kerumunan orang atau massa dalam jumlah yang banyak,” tandas Marius.

Ia mengatakan, festival pariwisata yang telah terjadwal pada Maret hingga Mei 2010 untuk sementara ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Sedangkan penutupan seluruh obyek wisata, kata dia, diberlakukan hingga 29 Mei 2020. “Kalau untuk seluruh obyek wisata di wilayah NTT untuk sementara agar tidak dikunjungi wisatawan sampai tanggal 29 Mei 2020. Hal ini juga sesuai Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia,” jelas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT ini

Sebagaimana diketahui, hingga Jumat malam (20/3/2020), Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di NTT berjumlah 92. “Kota Kupang 34 orang; Lembata 2 orang; Manggarai Barat 8 orang; Sikka 26 orang; TTS 3 orang; Manggarai Timur 1 orang; Flores Timur 4 orang; Malaka 1 orang; Alor 1 orang; Sumba Timur 2 orang; Belu 1 orang dan Sumba Barat Daya 7 orang,” jelas Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere kepada pers di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur Jalan Raya El Tari Kupang, Sabtu (21/3). (valeri guru/jdz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of