MAUMERE – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus memastikan 1 orang dalam pemantauan (ODP) dirujuk dari Lembata ke RSUD TC Hillers Maumere. Pasien ini didiagnosa apendix peforoses atau usus buntu akut bukan karena terserang Virus Corona atai Covid-19.

Keterangan resmi ini disampaikan Petrus Herlemus melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Sabtu (14/5) malam pukul 23.10 Wita, seperti dilansir suarasikka com. Dia menyampaikan informasi ini untuk menghindari multitafsir di tengah masyarakat.

“Untuk tidak multitafsir tentang 2 pasien yang dirujuk ke RSUD TC Hillers, maka dapat kami jelaskan bahwa benar ada rujukan 1 pasien dengan diagnosa apendix peforoses atau usus buntu akut yang harus segera dibedah atau operasi. Saat ini dalam perjalanan dari Lembata-Flotim-Sikka. Jadi tdak benar isu yang berkembang bahwa RS Lembata merujuk 2 pasien corona,” jelas Petrus.

Ia menambahkan, pasien yang dirujuk itu didampingi istrinya. Karena pasien dan istri yang mendampinginya berstatus ODP, lanjut dia, maka penangananya sesuai prosedur tatalaksana WHO.

“Maka diimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka tetap tenang dan tidak panik,” imbuh Petrus Herlemus.

Informasi yang dihimpun media ini, pasien ODP bersama istrinya selama 15 tahun berada di Inggris. Pasien dengan initial KM, 46 tahun, bekerja sebagai sopir. Sedangkan istrinya, YW 40 tahun, sebagai ibu rumah tangga. Inggris merupakan salah satu negara yang terkena dampak virus Covid 19.

Keduanya kembali ke Indonesia pada tanggal 28 Pebruari 2020, transit via Pelabuhan Internasional Qatar selama 1 hari. Pada saat tiba di Jakarta, pasangan suami istri ini menetap selama 1 minggu. Selanjutnya menuju ke Lembata, dan tiba pada tanggal 9 Maret 2020 menggunakan Pesawat Trans Nusa.

Pada Jumat (13/3), KM mengeluh sakit pada bagian perut. Kemudian dia melakukan pemeriksaan medis pada dokter praktik. Dokter mendiagnosa KM menderita usus buntu, dan disarankan pemeriksaan lebih lanjut. Lalu KM dan istrinya menuju IGD RSUD Lembata untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan tim medis, pasien didiagnosa menderita gejala infeksi usus buntu akut, dan direncanakan untuk dioperasi. Gejala lainnya yakni pasien juga menderita batuk pilek dan panas sejak 3 hari sebelumnya. Dan hasil pemeriksaan suhu tubuh pasien adalah 38 derajat Celsius. Sedangkan Istri pasien juga menderita batuk pilek sehari sebelumnya.

Terkait gejala penyakit tersebut, pihak RSUD Lembata melakukan tindakan antisipasi dan pantauan terhadap kemungkinan kedua pasien terinfeksi virus Covid 19. Hal itu dikarenakan selama ini pasangan suami istri ini berada di Inggris yang merupakan salah satu negara yang terkena dampak virus Covid 19.

Hingga saat ini pasien masih dalam perjalanan dari Lembata menuju Maumere. Petrus Herlemus yang dihubungi memastikan pasien belum tiba di RSUD TC Hillers Maumere. Informasi yang diterima media ini, pasien telah diberangkatkan dengan KM Banawa Nusantara 109. Kapal khusus ini disterilisasi dengan desinfektan. (*/jdz)

Ket Foto : KM Banawa Nusantara 109 yang mengangkut ODP dari Lembata.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of