KUPANG – Ternyata efek pemberitaan yang terpublikasi melalui berbagai media massa pers di Provinsi NTT yang dikerjakan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, mendapat tanggapan dan respons yang positif dari berbagai pihak di belahan dunia. Terbukti Jumat (13/3/2020), reporter National Public Radio yang bermarkas di Washington DC, Ashley Westerman, menghubungi dan mewawancarai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

“Halo. Saya Ashley Westerman from Washington DC. I am a reporter with National Public Radio. I am doing a story about the proposed change in entrance fees to Komodo National Park. I understand the decision is still under debate but it would be good to hear what the local tourism body thinks about the change, especially given the revenue Komodo National Park brings in. Would you be available to do a phone interview with me this week or next, or give me a comment via WhatsApp for my story?” tulis Ashley Westerman, seperti dikutip dalam pesan whatsApp yang diterima Jumat siang.

Ashley Westerman menambahkan, “Our audience would very much benefit from hearing your perspective on this as more Americans seem to traveling to Indonesia to visit Komodo Island.”

Dalam pesan whatsApp itu Ashley Westerman juga menulis, A little bit about NPR: NPR is a private, non-government, non-profit satellite-based network serving a growing audience of nearly 30 million Americans each week via more than 680 public radio stations.

“NPR Online at www.npr.org brings hourly newscasts, news features, commentaries and live events to millions more internet users through original online reports, audio streaming and other multimedia elements. NPR also distributes programming to listeners in Europe, Asia, Australia and Africa via NPR Worldwide and throughout Japan via cable. We are a reliable and trusted news source for many movers and shakers here in Washington as well as a main news source for many Washington-based foreign diplomats,” tulis Ashley Westerman.

Karo Jelamu Ardu Marius yang dikonfirmasi usai wawancara dalam bahasa Inggris bersama Ashley Westerman mengatakan, pemberitaan yang dilakukan selama ini mempunyai efek yang luar biasa bagi publik. “Setiap kali kita beritakan berbagai kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang dilakukan oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi melalui berbagai media maka banyak pihak yang mengetahuinya,” jelas Marius.

Apalagi,sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, kebijakan terhadap pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. “Sudah diputuskan melalui kewenangan konkuren agar pengelolaan TNK dilaksanakan secara bersama antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Pemerintah Provinsi NTT,” kata Marius.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar humas pemerintah baik di provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT terus mempublish berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur juga para bupati dan Walikota Kupang.

“Berbagai kegiatan yang dipublish itu tentu berdampak terhadap publik. Apa yang dikerjakan tentu harus didokumentasikan dengan baik dan dipublish agar diketahui oleh publik apa yang dikerjakan oleh para pemimpin di daerah ini,” tandas doktor penyuluh pembangunan jebolan IPB Bogor ini. (valeri guru)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of