Ketika Pejabat, Artis dan Masyarakat Membaur Perangi Sampah

by -67 views

Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ajang pembuktian membaurnya para pejabat, artis dan masyarakat sipil dalam memerangi masalah sampah. Berikut catatan dari France Tiran, Kasubag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda NTT.

TEMPAT Pelelangan Ikan (TPI) di Kawasan Kampung Ujung, Kelurahan Labuan, Kecamatan Komodo, menjadi saksi bisu membaurnya para pejabat, artis dan masyarakat. Tanpa mengenal strata. Semua melebur menjadi satu kelompok besar yang peduli terhadap sampah terutama sampah plastik.

Di kalangan pejabat nampak hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakkar; Menteri Kelautan dan Perikanan diwakili pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Aryo Hanggono; Menteri PUPR diwakili Nuzulina Ilmiaty. Juga nampak hadir Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B2 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati. Dari provinsi hadir Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Di level pejabat kabupaten ada Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla bersama Wakil Bupati drh. Maria, Geong, P.hD; juga hadir Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur; Wakil Bupati Manggarai Timur, Jaghur Stefanus; Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dan para pimpinan DPRD se-daratan Flores.

Yang menarik, mantan Menteri LHK di era Presiden Soeharto, Sarwono Kusumaadmadja, pun hadir; para tokoh agama, tokoh peduli lingkungan, aktifis pemerhati lingkungan, dan seluruh undangan yang berbaur dengan 10.000 warga yang ada di Labuan Bajo; yang terdiri dari orang dewasa, para pelajar. SD, SMP, SMA/SMK, SLB dan para mahasiswa berkumpul sejak pukul 05.30 wita di TPI Labuan Bajo, mengenakan kaos putih lengan panjang bertuliskan HPSN 2020.

Seperti disaksikan, rombongan Menko Luhut yang didampingi Wagub Nae Soi, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat tiba di lokasi kegiatan pukul 07.00 wita. Mereka disambut dengan pemakaian selendang dan sarung khas Mabar kepada Menko Luhut; Menteri LHK oleh Bupati Mabar Agustinus Ch. Dulla.

Usai mengenakan selendang dan sarung selanjutnya rombongan disambut dengan persembahan tarian Lampah yakni, tarian Pilah Sampah yang dipergakan tiga pelajar SD Negeri Dinoyo 3 Malang. Tiga pelajar ini yang berhasil menjadi juara nasional Dancow Kreasi Anak Indonesia (DKAI) tahun 2019.

Tari Lampah dalam bahasa Jawa berarti berjalan. Maknanya ialah berjalan menuju sukses menjadi pegiat untuk menjaga lingkungan. Atas keunikan dan tema tarian yang sesuai dengan HPSN 2020 maka tarian Lampah (pilah sampah) dipilih sebagai tarian pembuka pada puncak HPSN ini. Tiga siswa SDN 3 Dinoyo Malang tersebut berbaur dengan 60 pelajar SD di Labuan Bajo.

Setelah tari Lampah Menko Luhut bersama rombongan diarak menuju tenda acara menikmati persembahan lagu perangi sampah yang dipentaskan para siswa SLB di Labuan Bajo, berkolaborasi dengan artis Jakarta Opi Anderesta.

Jangan Sebatas Seremonial

Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Panjaitan mengingatkan agar HPSN tidak boleh sebatas seremoni saja. “HPSN 2020 ini tidak boleh hanya sebatas seremoni sehari saja. Harus berlangsung terus-menerus dalam kehidupan keseharian kita,” pinta Menko Luhut di depan peserta HPSN di Labuan Bajo, Jumat (6/3/2020).

Menurut Luhut, keseharian Bupati dan Wabup Mabar harus menjadi contoh pertama bagi warganya untuk mengatasi sampah. Besok dan seterusnya, kata dia, semua masyarakat di tempat ini harus hidup bersih; perangi sampah; jangan buang sampah sembarangan apalagi buang sampah plastik di laut.

“Ingat, kebersihan itu bukti iman kita yang sungguh kepada Tuhan. Para rohaniwan dari berbagai pemeluk agama, khususnya dari Kristen cukup sudah bicara tentang Betlehem, Yerusalem dan lain-lain. Tema khotbahnya haruslah membahas bagaimana mengatasi masalah sampah,” sebut Luhut.

Ditandaskan, setelah HPSN 2020 di Labuan Bajo ini maka masalah sampah harus selesai. Pemerintah Pusat telah memberikan banyak fasilitas penanganan sampah dan telah mengedukasi masyarkat termasuk di Labuan Bajo ini. “Sekarang tinggal kesadaran masyarakat untuk membudayakan hidup bersih. Itu yang paling utama,” kata Menko Luhut.

Menurut dia, stunting yang sebenarnya adalah kuntet itu berasal dari perilaku hidup tidak bersih dari manusia itu sendiri saat membuang sampah plastik ke laut. “Nah, saat ikan-ikan memakan sampah plastik, isi daging ikan itu sudah terkontaminasi oleh sampah plastik yang telah dimakan. Selanjutnya daging ikan dikonsumsi lagi oleh manusia, khususnya oleh ibu hamil. Ibu hamil yang memakan ikan yang sudah terkontaminasi racun sampah plastik akan melahirkan generasi kuntet. Karena itu, stop buang sampah plastik dan sampah-sampah lainnya di sembarang tempat apalagi buang ke dalam laut,” tandas Menko Luhut.

Dia menambahkan, “Apa yang kita buat hari ini sangatlah berdampak pada menciptakan generasi Indonesia hebat di masa datang. Perbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan maka mimpi untuk mewujudkan Indonesia maju pasti terwujud.”

Pada bagian lain, Menko Luhut meminta agar Pemerintah Provinsi NTT segera mengambil langkah cepat menyelesaikan masalah garam. “Pemprov NTT segera ambil langkah cepat menyelesaikan masalah garam, khususnya menyangkut pembebasan lahan yang produktif untuk dikembangkan sebagai lahan garam. Saya minta bapak Wakil Gubernur segera selesaikan,” imbuh Luhut.

Semakin Dipercaya

Sementara itu, Wagub Nae Soi memberi apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementerian LHK RI dan sejumlah kementerian terkait yang telah memilih Labuan Bajo sebagai salah satu tuan rumah penyelanggara HPSN 2020. “Ini bukti bahwa kami semakin dipercaya untuk berbuat baik demi kemajuan masyarakat dan daerah ini,” tandas Wagub Nae Soi.

Menurut Wagub Nae Soi, masalah sampah merupakan pilihan antara membenci dan atau mencintai. “Karena di saat kita melihat sampah maka akan timbul rasa benci untuk kita bisa membuang ke tempat yang pantas. Tapi disaat yang sama kita pula bisa mencintai sampah; saat kita melakukan 3R (reduce, reuse dan recycle) terhadap sampah. Agar sampah dapat bernilai ekonomis; karena kreativitas kita untuk mengelola sampai,” ucap Wagub Nae Soi.

Wagub menambahkan, sampah bukan sekadar sampah yang kelihatan di mata berupa sampah materi organik ataupun anorganik saja. “Lebih dari itu sampah juga bisa hadir dalam batin hati kita; seperti menyebarkan hoax, fitnah, hidup penuh dendam. Itulah sampah dalam hidup kita yang sebenarnya; yang harus kita bersihkan dari dalam diri kita. Jika kita buang sampah sembarangan maka kita juga akan menjadi sampah di dunia dan sampah di akhirat,” tandas mantan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Masalah Global

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakkar, mengatakan, penyelenggaraan HPSN di Labuan Bajo adalah yang kedua setelah di Danau Toba, Sumatera Utara.

Dia mengaku, masih harus melaksanakan di tiga destinasi super premium lainnya agar dapat maju dan memberi efek positif bagi perilaku masyarakatnya sesuai dengan tema HPSN 2020; Indonesia Bersih, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera. “Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah KTT G-20 dan Asean Summit. Karena itu, kota ini harus terus mengalami kemajuan berarti termasuk dampak yang dirasakan dari HPSN 2020 di tempat ini,” tandas mantan Sekjend Kemendagri RI.

Menurut dia, isu sampah sudah menjadi permasalahan Indonesia bahkan global. Diperlukan sinergi dan kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas lingkungan, dalam pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga hilir.

Menurut politisi Nasdem ini, HPSN 2020 semakin menguatkan komitmen semua stakeholder untuk memerangi sampah. Puncak peringatan HPSN 2020 ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, didampingi Menteri LHK, Wagub Nae Soi, Bupati Dulla dan Wabup Maria Geong.

Usai tekan tombol sirene, Menko Luhut, Menteri LHK beseta rombongan beserta,seluruh undangan berbaur dengan 10.000 orang melakukan aksi bersih di sepanjang TPI Labuan Bajo, dan lima zona hingga Inaya Bay yaitu : kampung ujung, kawasan marina, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, kampung air dan bukit pramuka.

Setelah aksi bersih seluruh undangan meninjau pameran pengelolaan dan daur ulang sampah yang dilaksankan Kementerian LHK, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kementerian terkait lainnya. (ft/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments