FKUB Sikka Diharapkan Tidak Kerja Seperti Pemadam Kebakaran

by -42 views

MAUMERE – Pegiat dialog kerukunan lintas agama dan dosen Islamologi STFK Ledalero, yang juga anggota FKUB Sikka berharap, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tidak bekerja seperti mobil pemadam kebakaran. Artinya, tidak hanya eksis ketika ada masalah atau konflik.

Hal ini terungkap dalam rapat Tahun Kerja 2020, Rabu (4/3/), di gedung Sekretariat FKUB, Kelurahan Kota Baru Maumere.

Ketua FKUB Kabupaten Sikka, Pastor Teleforus Jenti, O.Carm, dalam sapaan awalnya mengucapkan selamat datang kepada 16 anggota forum yang hadir.

Vikjen Keuskupan Maumere ini juga mengucapkan selamat bergabung kepada ketiga anggota forum yang baru yakni RP. Hendrikus Maku, SVD, pegiat dialog kerukunan lintas agama dan dosen islamologi STFK Ledalero, penyuluh agama Budha di Kemenag Sikka Triyanto, S.Ag dan Elisabeth Bergitha Rihi, Lurah Kelurahan Kota Uneng.

“Sebagian besar dari kita yang hadir adalah wajah-wajah lama. Penambahan jumlah anggota forum dimaksudkan agar bisa mendongkrak mutu atau kualitas forum. Dengan semakin banyak orang terlibat diharapkan akan ada hasil kerja nyata dan berkualitas yakni terciptanya toleransi dan kerukunan hidup beragama di Sikka,” ujar Pastor Jenti.

Juga pembinaan komunitas sadar kerukunan yang akan melibatkan warga Kelurahan Kota Uneng. Tujuannya, sebut Yakob, agar Kelurahan Kota Uneng di tahun 2019 telah dinobatkan sebagai kelurahan Sadar Kerukunan akan menjadi semakin mantap dan kokoh kerukunannya.

Sekretaris Forum Yakobus Djado Bala, BA memaparkan 12 kegiatan sepanjang tahun 2020 yang akan dilaksanakan, diantaranya adalah pembinaan generasi muda sadar kerukunan yang akan terjadi beberapa kali dengan kelompok sasar adalah generasi muda yang memiliki kecerdasan sosial dalam membangun kerukunan hidup beragama di tengah realitas yang majemuk.

Kepada segenap anggota forum Pastor Hendrik Maku mengucapkan terima kasih untuk perekrutan dirinya menjadi bagian dari forum. Ia mengharapkan agar forum ini sungguh-sungguh bekerja untuk merawat toleransi dan kerukunan hidup beragama.

Pemadam Kebakaran

Pastor Hendrik juga mengapresiasi forum yang telah merancang berbagai program. Semua program kerja, katanya, akan berdampak positif bagi terciptanya toleransi dan kerukunan hidup beragama kalau semua program itu bisa dilaksanakan secara maksimal. “Kita tidak akan lagi dicap sebagai mobil pemadam kebakaran kalau semua program yang telah dipaparkan bisa dilaksanakan,” katanya.

Selain itu, Pastor Hendrik menganjurkan agar FKUB bisa bekerjasama dengan media untuk memberitakan ide-ide dan kerja nyata dari forum. “Forum tidak boleh hadir di tengah masyarakat hanya sebagai mobil pemadam kebakaran. Kita jangan hanya eksis ketika ada masalah atau konflik. Kita butuh media. Media adalah corong yang mengkomunikasikan kepada dunia apa yang kita pikirkan dan kerjakan. Kita tidak mau hal- hal baik yang kita lakukan menjadi konsumsi sendiri. Aksi-aksi sosial dalam menganimasi toleransi dan kerukunan mesti bisa menginspirasi yang lain,” jelas biarawan asal Manggarai ini.

Beberapa isu sosial mencuat dalam diskusi yakni izin membangun rumah ibadah. Forum menganjurkan agar para pengambil keputusan perlu mempertimbangkan secara matang sebelum menentukan lokasi di mana sebuah rumah ibadah akan dibangun.

Forum juga mengapresiasi anjuran dari Kakan Kemenag Sikka Antonius Ngga Rua, perihal turnamen kerukunan lewat pertandingan bola volley antar kelurahan, dimana pemain dalam satu klub dipilih dari berbagai agama. (ven)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments